Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Selain Sumber Polusi, BBM Jenis Premium Tidak Sehat untuk Mesin Mobil

Tanpa disadari, bensin jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih ini adalah sumber polusi udara dan bahkan tidak sehat untuk kerja mesin mobil

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Selain Sumber Polusi, BBM Jenis Premium Tidak Sehat untuk Mesin Mobil
dunyahalleri.com
ilustrasi polusi udara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (RON 88) bersubsidi masih menjadi produk yang paling diincar masyarakat karena harganya ekonomis.

Tanpa disadari, bensin jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih ini adalah sumber polusi udara dan bahkan tidak sehat untuk kerja mesin mobil.

Region Manager Retail Sales VII, Remigius Choerniadi Tomo menjelaskan bahwa BBM premium hanya bisa digunakan untuk mesin bensin dengan compression ratio yang rendah.

"Kerugian mesin bensin dengan compression ratio yang rendah adalah power density mesin ikut rendah. Akibatnya fuel economy tidak optimal (km/liter BBM rendah) serta emisi gas buang lebih kotor," kata Choerniadi saat diskusi virtual YLKI, Sabtu (27/6/2020).

Baca: Era New Normal, Konsumsi BBM Pertamina Mulai Merangkak Naik

Dia menjelaskan BBM jenis premium apabila dipaksakan digunakan untuk mesin bensin dengan compression ratio yang tinggi maka akan terjadi knocking/detonasi.

"Ini akan berakibat pada emisi yang semakin polutif, power turun, kerusakan piston dalam jangka panjang dan perasaan tidak nyaman bagi penumpang," urainya.

Di zaman yang sudah high-tech, RON 88 memang sudah cocok lagi ditenggak ke mesin bensin.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pabrikan mobil kekinian sudah tidak mengadopsi mesin bensin Euro 1 yang emisi gas buangnya sangat polutif," tukas Choerniadi.

Dia menerangkan secara teoritis besarnya polusi udara CO&HC+NOx yang bisa ditekan dengan menggunakan mesin standar euro yang lebih tinggi, misalnya dari euro 1 ke euro 2 polusi yang ditekan bisa mencapai 82,9 persen, hingga ke euro 4 yakni 93,5 persen.

Choerniadi meyakini BBM jenis premium yang dipaksakan digunakan di mesin euro 3 dan euro4 maka three-way-catalyst yang berfungsi menurunkan emisi hidrokarbon, karbon monoksida dan oksida nitrogen akan turun efektivitasnya sehingga gas buang akan lebih polutif.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas