Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Ubah Rakit dari Gabus Jadi Perahu Kayu untuk Anak SD Di Lombok Timur

Para siswa SD Negeri 5 Pemongkong, Kabupaten Lombok Timur, harus berjuang untuk dapat menempuh pendidikan.

Polisi Ubah Rakit dari Gabus Jadi Perahu Kayu untuk Anak SD Di Lombok Timur
istimewa
Polda NTB membuat perahu sebagai sarana transportasi agar para siswa SD bisa aman dan dapat bersekolah dengan nyaman tanpa adanya ketakutan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK - Para siswa SD Negeri 5 Pemongkong, Kabupaten Lombok Timur, harus berjuang untuk dapat menempuh pendidikan.

Mereka berangkat sekolah dengan cara menantang maut, yakni menggunakan rakit yang terbuat dari gabus, berukuran 2x2 meter persegi. 

Hal ini disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Inspektur Jenderal Polisi Muhammad Iqbal yang juga mantan Kepala Divisi Humas Polri.

Baca: HUT Bhayangkara ke-74, Polri Gratiskan Layanan SIM Untuk Warga yang Lahir Tanggal 1 Juli

"Mereka menyeberangi lautan yang jarak tempuh sekitar 250 meter dengan kedalaman saat pasang tertinggi adalah sampai dengan 10 meter. Anak-anak SD melakukan ini demi bisa mengikut pendidikan di sekolah," ujar Iqbal, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Untuk itu, Polda NTB membuat perahu sebagai sarana transportasi agar para siswa SD bisa aman dan dapat bersekolah dengan nyaman tanpa adanya ketakutan.

Baca: Hari Jadi ke-74 Bhayangkara, 4.308 Warga Ikuti Program SIM Gratis

Upaya penyerahan perahu dilakukan di acara 'Bedah Perahu' di pesisir laut Pulau Lombok yang merupakan peringatan Hari Bhayangkara ke-74.

"Kami membuat perahu kemudian perahu tersebut diberikan kepada anak sekolah SDN 5 sebagai sarana transportasi air pengganti rakit gabus yang digunakan mereka selama ini untuk pergi dan pulang ke sekolahnya yang berada di pulau seberang dari pulau tempat mereka tinggal," kata dia.

Dia menjelaskan, Hari Bhayangkara ke-74 akan dijadikan sebagai momentum untuk mengingatkan kembali Polri merupakan abdi negara yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai pengayom, pelayan, dan pelindung masyarakat.

"Sesuai pesan bapak kapolri bahwa Polri harus ada di tengah-tengah masyarakat dalam situasi dan kondisi apa pun. Nah, pemberian bantuan ini sebagai wujud pengabdian kami serta sebagai bukti bahwa kami ada untuk masyarakat, lebih-lebih pada masa pandemi Covid-19 ini," kata dia.

Baca: 30 Kumpulan Ucapan Hari Bhayangkara 1 Juli 2020, Kirim ke WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter

Iqbal menyerahkan beberapa bantuan diantaranya satu unit perahu motor untuk fasilitas transportasi laut bagi anak-anak sekolah. Selain pemberian perahu, Polda NTB memberikan bantuan paket peralatan sekolah dan sembako bagi 31 siswa serta 100 paket sembako untuk warga Dusun Rie.

"Ini merupakan program Hari Bhayangkara ke-74 yang melibatkan pihak pemerintah, Polri, dan TNI, guna meringankan beban masyarakat pesisir pantai. Niat kami tulus membantu masyarakat lewat Program Bimbingan Masyarakat di Perairan. Merupakan suatu kemuliaan bagi kami pihak kepolisian untuk dapat berbakti kepada masyarakat," ujarnya.

Selain itu, dia mengingatkan kembali masyarakat terkait pencegahan penyebaran pandemi Covid-19, yang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat baik pemerintah, tokoh agama dan masyarakat (togama), tokoh pemuda, dan lain-lain.

"Dengan merebaknya pandemi virus Corona, agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan guna memutus tali rantai penyebarannya," ujarnya.

Turut mendampingi kapolda NTB dalam acara 'Bedah Perahu' beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, dan tampak hadir pula bupati bersama sekretaris daerah (sekda) Lombok Timur, kapolres Lombok Timur, dan dandim 1615/Lombok Timur.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas