Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Perjalanan Karier Orias Petrus Moerdak, Dirut Inalum yang Diusir Anggota DPR Saat Rapat

Orias sendiri merupakan wajah lama di BUMN. Dia ditunjuk Kementerian BUMN sebagai Dirut Inalum yang jadi holding BUMN tambang pada November 2019

Perjalanan Karier Orias Petrus Moerdak, Dirut Inalum yang Diusir Anggota DPR Saat Rapat
TRIBUNNEWS/APFIA
Orias Petrus Moedak 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moerdak, tiba-tiba diusir keluar oleh anggota Komisi VII DPR, Muhammad Nasir.

Orias diminta keluar dari ruangan setelah cekcok panas dan insiden gebrak meja. Menurut Nasir, Orias tidak kooperatif menjawab pertanyaan anggota dewan terkait utang bertenor 30 tahun untuk membeli saham PT Freeport Indonesia.

Orias sendiri merupakan wajah lama di BUMN. Dia ditunjuk Kementerian BUMN sebagai Dirut Inalum yang jadi holding BUMN tambang pada November 2019. Dia menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang menjadi Wakil Menteri BUMN.

Baca: Cekcok hingga Usir Dirut Inalum saat Rapat di DPR, Ini Profil Muhammad Nasir

Wara-wiri di banyak perusahaan pelat merah, karir Orias dari satu BUMN ke BUMN lain rata-rata tak bertahan lama. Dia jadi salah satu petinggi BUMN yang paling sering terkena kebijakan rotasi.

Tahun 2014-2016, Orias dipercaya sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II atau Pelindo II. Lalu di periode 2016-2017, atau setelah pergi dari Pelindo II, Orias didapuk sebagai Direktur Utama Pelindo III yang berkantor pusat di Surabaya.

Berikutnya, Orias kembali dirotasi Kementerian BUMN dan ditempatkan di posisi Direktur Keuangan PT Bukit Asam (Persero) Tbk periode 2017-2018.

Tak berselang lama di BUMN tambang batu bara itu, dia kemudian dicopot dari jabatannya dan menempati posisi baru sebagai Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Di perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut, dia jadi wakil pemerintah setelah saham mayoritas Freeport diakusisi Inalum.

Lalu, belum genap setahun, pria asal NTT ini diangkat menjadi Dirut Inalum yang menjadi holding atau induk dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), PT Antam Tbk (ANTM), dan Freeport Indonesia.

Sebelum berkarir di BUMN, Orias menghabiskan sebagian besar karirnya di sektor keuangan. Dia mengawali kariernya sebagai senior auditor di Ernst & Young (EY), perusahaan jasa auditor yang masuk kategori Big Four di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas