Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menlu Retno Suarakan Peran dan Kontribusi Perempuan Sebagai Agen Perdamaian Dunia

Peran perempuan sebagai pencipta perdamaian tak bisa diabaikan. Tidak hanya di masa konflik, tapi juga di seluruh spektrum perdamaian dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Larasati Dyah Utami
zoom-in Menlu Retno Suarakan Peran dan Kontribusi Perempuan Sebagai Agen Perdamaian Dunia
Dok kemlu
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peran perempuan sebagai pencipta perdamaian tak bisa diabaikan. Tidak hanya di masa konflik, tapi juga di seluruh spektrum perdamaian dunia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring di Istana Presiden, Kamis (2/7/2020).

"Masalah pemberdayaan perempuan merupakan elemen penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia," ujar Menlu.

Baca: Masih Mediasi, Pihak Jefri Nichol Sebut Ada Titik Terang Perdamaian dengan Falcon Pictures

Menlu menyampaikan ia belum lama menjadi pembicara di seminar virtual bertajuk “The Role of Women Negotiatiors and Mediators in the Maintenance of Regional Peace and Security” pada tanggal 1-2 Juli 2020. 

Seminar tersebut dihadiri sekitar 850 peserta dari Indonesia dan luar negeri.

Baca: Menteri Retno Angkat Masalah Pengungsi Rohingya dalam Pertemuan Menlu ASEAN - Australia

Seminar yang diselanggarakan Indonesia ini merupakan perwujudan dari upaya Indonesia untuk terus menyuarakan peran dan kontribusi perempuan sebagai agen perdamaian di tataran global.

Rekomendasi Untuk Anda

Menlu Retno menyatakan bahwa kemungkinan keberlangsungan perdamaian yang bertahan hingga 15 tahun akan meningkat sebesar 35% jika terdapat partisipasi perempuan dalam proses tersebut. 

Dalam kesempatan itu, Retno mengemukakan tiga poin utama. 

Pertama, terdapat kebutuhan mendasar untuk mengubah cara pandang dan mindset masyarakat terhadap keterlibatan perempuan

Kedua, Menlu menyampaikan pentingnya untuk meningkatkan kapasitas yang menfasilitasi peranan perempuan dalam membangun dan menjaga perdamaian

Ketiga, perlu dibangunnya jaringan yang dapat menjadi wadah untuk bertukar pikiran dan pengalaman. Di kesempatan yang sama, Menlu juga menghimbau kepada kaum perempuan untuk bersama-sama memperjuangkan perubahan.

"Di tingkat global, Indonesia sangat aktif dalam masalah ini, antara lain melalui PBB, Jaringan Menteri Luar Negeri Perempuan, dan Global Alliance of Regional Women mediator Network," ungkapnya.

Seminar  dilanjutkan dengan tiga sesi, yang mengusung tema “New and Emerging Women, Peace and Security Issues in Southeast Asia and the Role of Women Mediators and Negotiators", “The Role of Women as Negotiators and Mediators at the Peace Table", dan “Regional Women Mediator Networks - Best Practices from other Regions in Enhancing Women's Meaningful Participation and Influence in Peace Processes".

Sesi pertama membahas mengenai peranan perempuan dalam isu perdamaian dan keamanan di Asia Tenggara, upaya nasional dan global untuk mengurangi kesejangan gender, dan partisipasi kaum perempuan dalam seluruh tahapan pembangunan perdamaian

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas