Ajak UMKM Lokal Berkembang dengan Pendekatan Konsep Syariah
Melalui program ini mereka diajak membangkitkan ekonomi nasional bersama-sama dengan berbasis lokal melalui sistem ekonomi syariah
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memuat banyak sektor ekonomi terpukul. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Mei 2020 lalu, menyatakan, bisnis di sektor pariwisata dalam negeri merugi hingga 2 miliar dolar AS.
Bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga ikut terdampak pandemi Covid-19 cukup signifikan, terutama UMKM yang bergerak di bisnis makanan dan minuman (mencapai 27 persen) dan unit usaha kerajinan kayu dan rotan (17,03 persen).
Untuk mendorong bisnis UMKM bangkit kembali, Tajir, sebuah gerakan muamalah kolaboratif, berkolaborasi dengan Wardah merancang program Kita Tajir Bareng dengan menggandeng umat Muslim yang bergerak di usaha UKM/UMKM di Indonesia.
Melalui program ini mereka diajak membangkitkan ekonomi nasional bersama-sama dengan berbasis lokal melalui sistem ekonomi syariah.
Baca: Kemenkop UKM dan BRI Dorong Kebangkitan UMKM Melalui Penyaluran Subsidi Bunga KUR
"Kita Tajir Bareng sebetulnya direncanakan akan diselenggarakan mulai Maret 2020, tapi qadarullah ada banjir di lokasi yang sudah kita booking, kemudian ada covid-19. Karena ada himbauan physical distancing, maka program kita rancang ulang disesuaikan dengan kondisi sekarang," ungkap Tito Maulana, Co-Founder Tajir & Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kadin DKI Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.
Lewat program ini pihaknya menargetkan banyak UKM/UMKM untuk bergabung, namun bertahap. "Untuk tahap perdana kita targetkan antara 200-300 UKM/UMKM dapat ikut dalam program Kita Tajir Bareng 2020," jelas Tito Maulana.
Program ini membuka pendafaran bagi para pelaku UKM/UMKM muslim sebanyak-banyaknya untuk kemudian dikurasi dan diikutsertakan dalam program pelatihan dan pembinaan yang nantinya akan bermuara pada akses permodalan.
Pelatihan dan pembinaan meliputi konsep, model, hingga optimalisasi bisnis dalam memperbesar peluang pemasaran melalui ekosistem terintegrasi di bawah payung Tajir.
Baca: Fahri Hamzah Tanggapi soal Sebutan Susi Pudjiastuti sebagai Ratu Lobster Asia, Begini Katanya
Program pelatihan akan dilakukan secara online bekerjasama dengan Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI). Rangkaian pelatihan dan pembinaan, insyaAllah akan bermuara pada akses permodalan usaha.
Pendiri Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI), Yoso Lukito mengatakan “Tujuan bisnis selain ada 4, startup, growth up, duplicate, product potential, baru investor datang ke kita”.
Pendaftaran secara resmi dibuka pada 27 Juni 2020 usai peluncuran acara melalui situs resmi Tajir di https://tajir.co.id/bekal/register.
Program Kita Tajir Bareng merupakan langkah kedua dari rangkaian gerakan muamalah ekonomi syariah Tajir, di mana sebelumnya telah dibuka melalui kegiatan Takjub Akbar pada 19 Januari 2020.
Melalui rangkaian program yang berfokus pada pengembangan ekonomi syariah ini, Tajir berharap dapat ikut berkontribusi kepada Tanah Air dalam menanamkan optimisme di tengah pandemi.