Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Saksi Ungkap Sosok Pembobol Jiwasraya Sebesar Rp 16,81 Triliun

Teka-teki siapa dalang pembobol PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang diduga merugikan negara

Saksi Ungkap Sosok Pembobol Jiwasraya Sebesar Rp 16,81 Triliun
Tribunnews/Irwan Rismawan
Barang bukti berupa uang sitaan ditunjukkan di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020). Kejagung mengeksekusi kilang LPG PT TLI di Tuban, Jawa Timur, dan uang senilai Rp 97 miliar hasil korupsi terpidana penjualan kondensat di BP Migas, Honggo Wendratno, serta uang sebesar Rp 73,9 miliar dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tahun 2008-2018. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Teka-teki siapa dalang pembobol PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang diduga merugikan negara hingga Rp 16,81 triliun semakin jelas.

Melalui kesaksian mantan Kepala Divisi Jiwasraya Lusiana dalam persidangan, Rabu ini, diketahui satu diantara terdakwa yakni Direktur Keuangan Jiwasraya 2008 hingga 2018 Harry Prasetyo sejak lama mengoleksi saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), sehingga mengakibatkan perseroan mengalami gagal bayar.

Sementara itu, IIKP sendiri merupakan perusahaan yang dimiliki oleh terdakwa lainnya yakni Heru Hidayat.

"Ketika pengakuan pembelian saham masuk, saya asing dengan BKDP (PT Bukit Darmo Property Tbk) dan IIKP. Kemudian, saya bertanya ke Pak Donny yang saat itu masih kepala divisi saya, kata Pak Donny itu bukan transaksi dia, itu transaksi Pak Harry Prasetyo," kata Lusiana dalam persidangan, Rabu (8/7/2020).

Baca: Polis Nasabah Jiwasraya Akan Dinegoisasi Ulang

Baca: Sinar Mas Aset Manajemen Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Kembalikan Kerugian Negara Rp 77 M

Kongkalikong pembelian saham itupun kian mengemuka ketika pada Agustus 2008 lalu, Lusiana mengaku pernah dikenalkan dengan Joko Hartono Tirto oleh mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan yang saat ini juga menjadi terdakwa.

Saat itu, Lusiana menyampaikan, Joko Hartono Tirto dikenalkan oleh Syahmirwan sebagai teman dekat dari Harry Prasetyo.

"Saat itu membahas Lautandhana Investment yang menjadi broker, saat itu Pak Syahmirwan bilang kalau Joko Hartono itu temannya Pak Harry Prasetyo. Di situ, Pak Joko Hartono mengarahkan kepada kita bahwa harus ada uang Rp 75 miliar untuk dipakai beli saham-saham yang sudah ditunjuk," lanjut Lusiana menjelaskan di persidangan.

Keterangan Lusiana mengenai pembelian saham-saham yang merugikan negara ini senada dengan kesaksian mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Donny Karyadi pada pekan lalu di persidangan.

Saat itu, Donny mengaku bahwa hampir seluruh transaksi saham dan pembelian reksadana dikendalikan oleh Harry Prasetyo.

Halaman
12
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas