Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mendagri Tegur Daerah Maluku Utara, Dianggap Lelet Cairkan Anggaran Pilkada

Mendagri Tito Karnavian meminta daerah yang belum melakukan pencairan dana Pilkada Serentak segera mencairkannya.

Mendagri Tegur Daerah Maluku Utara, Dianggap Lelet Cairkan Anggaran Pilkada
DOK. KEMENDAGRI
Mendagri Tito Karnavian. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendagri Tito Karnavian meminta daerah yang belum melakukan pencairan dana Pilkada Serentak segera mencairkannya.

Ia merasa kecewa karena Maluku Utara masih sedikit yang sudah mencairkan dana Pilkada dan menegur Pemda segera mencairkan anggaran.

"Begitu saya melihat data di Maluku utara, tidak apa-apa biar saja wartawan catat itu, saya terus terang prihatin, Maluku Utara ini merahnya banyak banget. Bayangkan yang 100 persen itu hanya 1 untuk KPU dan Bawaslu. Untuk aparat keamanannya baru 35 persen," ungkap Mendagri dalam keterangannya, Kamis (9/7/2020).

Saat itu diterangkan Mendagri memberi sambutan di acara Rakor Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 Di Provinsi Maluku Utara dan Pengarahan Gugus Tugas Covid-19 yang digelar di Ternate, Maluku Utara.

Baca: Alasan Prabowo Tolak Berkoalisi dengan Golkar di Pilkada Sulut: Sudah Komitmen dengan PDIP

Pada 15 Juli 2020 akan akan dilakukan tahapan pemutakhiran data pemilih dimana tahapan ini merupakan tahapan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pada tahapan ini, petugas KPU secara door to door akan melakukan pemutakhiran.

Baca: AHY dan Cak Imin Bertemu, Bahas Politik Parlemen, Penanganan Covid-19 hingga Pilkada

Protokol kesehatan harus diterapkan dengan ketat dan petugas akan memakai alat pelindung diri, sehingga membutuhkan anggaran.

Oleh karena itu, Menteri Tito dengan tegas memerintah daerah yang belum 100 persen mencairkan anggaran Pilkada seperti yang tertuang dalam NPHD, diminta segera mencairkannya.

"Saya mendatangi daerah-daerah yang belum tuntas NPHD-nya, karena untuk semua itu harus pakai uang," ujar Tito

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas