Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Flu Babi

Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Cegah Flu Babi Baru

Karena virus yang baru-baru ini ditemukan di China iti juga berpotensi menimbulkan pandemi.

Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Cegah Flu Babi Baru
Blantyre Farms
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan mendorong semua kementerian dan lembaga terkait meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam pencegahan dan pengendalian virus flu babi G4 (G4 EA H1N1), yang ditemukan di China.

Karena virus yang baru-baru ini ditemukan di China iti juga berpotensi menimbulkan pandemi.

"Virus G4 EA H1N1 juga potensi menimbulkan pandemik dan perlu kita waspadai. Kesiapsiagaan, kewaspadaan dalam pencegahan dan pengendalian virus ini perlu segera kita lakukan," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto dalam Seminar online 'Memahami dan Mewaspadai Ancaman Virus Flu Babi Baru (G4 EA H1N1)", Jumat (10/7/2020).

Langkah dan upaya yang perlu dilakukan di dalam mengantisipasi pandemi akibat virus G4 EA H1N1 adalah melakukan penguatan komunikasi, koordinasi, kolaborasi antar Kementerian dan lembaga terkait.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (9/7).
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (9/7). (Toto Satrio)

"Baik itu di jajaran kesehatan hewan, jajaran kesehatan satwa liar, maupun dalam jajaran kesehatan masyarakat dengan pendekatan bersama-sama masyarakat. Di dalamnya tentunya adalah tokoh masyarakat, tokoh agama dan upaya ini merupakan pilar keberhasilan bahan dan pengendalian penyakit zoonosis di masa sekarang dan di masa mendatang," jelasnya.

Dalam mewujudkan keberhasilan penanggulangan virus ini, kata dia,
Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4/ 2019 tentang Peningkatan Kemampuan Dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia, sudah mengaturnya.

Antara lain mengamanatkan pencegahan dan pengendalian penyakit dilakukan melalui pendekatan iptek primer dan respon diperkuat dengan pendekatan one health, sosialisasi kepada segenap tenaga kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, kesehatan satwa liar serta segenap lapisan masyarakat.

Baca: Kemenkes Ungkap Sejumlah Alasan Virus Flu Babi G4 Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Penjelasan Lengkapnya

Baca: Gejala Virus Flu Babi yang Dikhawatirkan Menjadi Pandemik Seperti Virus Corona

Baca: Para Peneliti Sebut Virus G4 Flu Babi Bisa Jadi Pandemi, Lebih Berbahaya Dibanding Virus Corona?

Lalu apa yang dapat dilakukan sejak dini agar tidak menjadi masalah nasional dan global?

Penguatan informasi lintas sektor kata dia, dapat diperkuat di mana deteksi dini respon menjadi landasan dalam kolaborasi kerjasama lintas sektor.

"Saya sampaikan pesan dan harapan, agar kita senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita dan mengendalikan semua penyakit yang berpotensi termasuk yang berpotensi menimbulkan pandemi," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewaspadai kemungkinan serangan flu babi pada manusia dengan terus melakukan surveilans, sehingga mewaspadai berbagai kemungkinan yang terjadi.

Laporan dari ilmuwan China menyebutkan bahwa galur atau strain baru virus influenza G4 berpotensi menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Kemenkes pun mewaspadai hal itu.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas