Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Pencurian Data Denny Siregar Diharapkan Tak Berhenti Pada Pegawai Outsource

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono, meminta Bareskrim Polri mengungkap tuntas kasus itu.

Kasus Pencurian Data Denny Siregar Diharapkan Tak Berhenti Pada Pegawai Outsource
Tribunnews/JEPRIMA
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono saat ditemui tim Tribunnews.com di Kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5/2020). Dalam kesempatan tersebut Arief Poyuono menceritakan tentang warisan dari orangtuanya mengenai ramuan-ramuan jamu yang diperolehnya sehingga dirinya memproduksi jamu anti virus corona. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus kebocoran data pribadi milik Denny Siregar.

Seorang oknum karyawan perusahaan telekomunikasi ditangkap karena disinyalir menjual data kepada akun Twitter Opposite6890.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono, meminta Bareskrim Polri mengungkap tuntas kasus itu.

Baca: Pelaku Pembobol Data Denny Siregar Dikenal Pendiam dan Kurang Bersosialisasi dengan Warga

Baca: Pembobol Data Denny Siregar Ternyata Anak Kepsek, sang Ayah Sampai Sakit Dengar Pelaku Ditangkap

Menurut dia, perkara itu dapat menjadi pintu masuk agar Bareskrim Mabes Polri membongkar kasus yang mengarah pada skandal penjualan data.

"Ini bukan kasus sembarangan. Bukan persoalan siapa tersangka, tetapi bayangkan, seseorang bisa mencomot kapan data penting di Telkomsel yang bisa saja untuk kepentingan politik dan tujuan tertentu," kata dia, Senin (13/7/2020).

Dia menduga di kasus pencurian data Denny Siregar tak hanya FPH yang melakukan tindak kejahatan.
Tetapi, kata dia, ada kemungkinan muncul tersangka lain.

Dia meyakini ada banyak kebocoran data publik yang tidak ter-blow up lantaran enggan melaporkan atau takut.

"Bayangkan, pekerja outsourcing atau kontrak saja dengan mudah (membobol data,-red). Maka saya kira, kasus ini bisa menyeret tersangka lain," kata dia.

Sebagai upaya mengantisipasi terjadi tindak kejahatan serupa, dia meminta, manajemen Telkomsel menscreening pegawai yang mempunyai akses dan bertanggung jawab atas semua data pelanggan Telkomsel.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas