Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kejagung Periksa Notaris Terkait Dugaan Korupsi Pembiayaan BSM kepada PT Hasta Mulya Putra

"Saksi adalah yang membuka Kantor Notaris dan PPAT di Kabupaten. Sidoarjo Jawa Timur," katanya

Kejagung Periksa Notaris Terkait Dugaan Korupsi Pembiayaan BSM kepada PT Hasta Mulya Putra
KOMPAS.COM/DIAN MAHARANI
Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Hasanudin, Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik pada S Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, melakukan pemeriksaan seorang saksi terkait dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan PT, Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Sidoarjo kepada PT. Hasta Mulya Putra.

Saksi yang diminta keterangannya adalah seorang Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yaitu Ariana Yanuartrizanti.

"Saksi adalah yang membuka Kantor Notaris dan PPAT di Kabupaten. Sidoarjo Jawa Timur," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono dalam keterangannya, Jumat (24/7/2020). 

Selain Ariana, Kejaksaan Agung juga telah memeriksa dua eks pejabat PT. Bank Syariah Mandiri.

Kedua saksi yakni Bona Alfin Rangkuti selaku eks Kepala Bagian Pembiayaan PT BSM tahun 2009 dan Amran P Nasution.

Keduanya diperiksa terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri kepada PT. Tanjung Siram Simalungun Sumatera Utara.

Baca: Kejagung Ambil Alih Pemeriksaan Kajari Jaksel DKI yang Diduga Dilobi Pengacara Djoko Tjandra

"Para saksi selaku pejabat pada PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) dianggap mengetahui adanya pemberian fasilitas pembiayaan/kredit kepada PT. Tanjung Siram serta apa dan bagaimana tindakan yang sudah dilakukan oleh para saksi selaku pejabat yang mempunyai kewajiban menilai permohonan fasilitas kredit tersebut," kata Kepala Pusat Penerangan Umum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono dalam keterangannya, Jumat.

Baca: Skandal Korupsi Jiwasraya, Kejagung Periksa Pejabat OJK dan Perusahaan Manajer Investasi

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan virus corona atau Covid 19.

Antara lain dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Penulis: Yulis
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas