Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Respons ICW Soal Kabar Pemerintah Mau Beli 15 Jet Tempur Eurofighter Typhoon Bekas Pakai Austria

Mengingat pesawat tempur tersebut bekas pakai Angkatan Udara Austria, Adnan menyoroti hal-hal teknis terkait kelaikan pesawat tersebut

Respons ICW Soal Kabar Pemerintah Mau Beli 15 Jet Tempur Eurofighter Typhoon Bekas Pakai Austria
Tribunnews/Malvyandie Haryadi
Penampakan pesawat tempur Eurofighter Typhoon dalam ajang Paris Air Show 2019 di Le Bourget, Paris, Prancis, Selasa (18/6/2019). Pesawat canggih buatan Airbus ini mampu melesat dengan kecepatan 2.495 kilometer per jam dan menempuh jarak sejauh 2.900 kilometer. Pameran kedirgantaraan Paris Air Show 2019 berlangsung 17-23 Juni 2019. Tribunnews/Malvyandie Haryadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menanggapi kabar yang menyebut pemerintah ingin membeli 15 unit pesawat tempur Eurofighter Typhoon bekas pakai pemerintah Austria.

Mengingat pesawat tempur tersebut bekas pakai Angkatan Udara Austria, Adnan menyoroti hal-hal teknis terkait kelaikan pesawat tersebut.

Baca: PKB Ingatkan Kemenhan Jangan Lakukan Pembenaran Gunakan APBN Pakai Rekening Pribadi

Di antaranya proposal rinci terkait perhitungan biaya operasional pesawat.

"Pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti berapa sisa umur pesawat, berapa sisa umur mesin, struktur, sistem elektroniknya, umur alat-alat utama roda pendaratan, karena ini juga menjadi bagian dari aspek teknis pesawat," kata Adnan dalam diskusi daring yang digelar pada Senin (27/7/2020).

"Radarnya masih efektif atau tidak, sistem senjatanya masih jalan atau tidak, sensornya masih jalan atau tidak, misalnya. Itu juga hal-hal yang harus dihitung dalam pengadaan pesawat, apalagi ini pesawat tempur," ucap Adnan.

Selain iti Adnan juga menyoroti niat pemerintah yang disebut ingin membeli 15 unit pesawat tempur tersebut untuk modernisasi alutsista.

Menurut Adnan, tujuan modernisasi alutsista tersebut justru tidak akan terwujud jika pemerintah membeli alutsista bekas pakai.

"Akan tetapi sekali lagi kalau kita berhitung dari berbagai aspeknya tentu yang harus muncul dalam rencana itu tentu, satu, apakah betul-betul ini akan menyokong modernisasi? Kalau modern tapi barangnya bekas saya kira juga tidak akan ketemu itu tujuannya," kata Adnan.

Oleh karena itu, Adnan mengatakan ICW memiliki sikap yang sama dengan koalisi refornasi sektor pertahanan dan keamanan yang mendesak agar niat tersebut dibatalkan.

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas