Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nasib WNI di Kapal Asing

Orang Tua ABK yang Hilang dari Kapal Fu Yuan Yu 1218 Minta Tangguh Jawab Pemerintah

Basrizal mengatakan Aditya masih tak diketahui keberadaannya setelah diduga meloncat ke perairan Malaysia dari kapal tersebut.

Orang Tua ABK yang Hilang dari Kapal Fu Yuan Yu 1218 Minta Tangguh Jawab Pemerintah
TRIBUN LAMPUNG/TRIBUN LAMPUNG/Deni Saputra
ILUSTRASI - Petugas mengangkat peti jenazah ABK kapal Lu Huang Yuan Yu 118, Hasan Apriadi warga Pesisir Barat yang baru tiba kedatangannya di Terminal Kargo Bandara Internasional Radin Inten II, Brantiraya, Natar, Jumat (17/7/2020). Kedatangan jenazah Hasan Apriadi dari Batam tiba di terminal kargo Radin Inten sekitar pukul 14.10 wib, jenazah akan dipulangkan ke kampung halamannya di Pesisir Barat setelah pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Pemulangan jenazah ABK tersebut juga di kawal oleh pihak Kepolisian Lampung, TNI, Disnaker Lampung dan Dinas Sosial Lampung untuk memberikan kenyamanan dan kepedulian terhadap masyarakat. TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat bulan sudah Basrizal terus mencari kejelasan akan nasib putranya yang bernama Aditya Sebastian. Aditya diketahui bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Kapal Fu Yuan Yu 1218

Namun, Basrizal mengatakan Aditya masih tak diketahui keberadaannya setelah diduga meloncat ke perairan Malaysia dari kapal tersebut. 

Basrizal awalnya bercerita bahwa putranya berangkat melalui agensi perusahaan PT Mandiri Tunggal Bahari pada 30 September 2019. 

Kepada dirinya, Aditya mengaku tak betah bekerja di Kapal Fu Yuan Yu 1218 meski belum lama bekerja. Perlakuan awak kapal dikatakan membuat Aditya tak nyaman. 

Baca: Diancam Sanksi, Denda hingga Penahanan Dokumen Jadikan ABK Long Xing 629 Enggan Melawan 

Keinginan Aditya beserta kawan-kawannya sesama ABK WNI untuk pulang ditolak dan terganjal karena penahanan dokumen dari awak petinggi kapal.

"Pada 4 April, dia (Aditya) cerita tidak betah di atas kapal, karena perlakuan tidak nyaman, tidak bisa lagi katanya. Anak saya nggak mau cerita semuanya, dia nggak nyaman." 

Baca: ABK Long Xing 629 Ungkap Eksploitasi Selama Melaut: Makanan Kedaluwarsa dan Minum Air Laut

"Anak saya dan teman-temannya minta pulang tapi tidak dibolehkan, tidak dikasih visa, paspor," ujar Basrizal, dalam webinar 'Pencarian Keadilan Korban Perdagangan Orang di Kapal Ikan Asing', Selasa (28/7/2020). 

Tiga hari berselang setelah Aditya bercerita kepadanya, Basrizal mengatakan para ABK WNI yang berjumlah enam orang terlibat perkelahian dengan petinggi awak kapal dari China. 

Masalah tersebut, kata dia, yang membuat anaknya dan kawan-kawannya memutuskan loncat dari kapal ke laut. Namun hanya empat orang yang ditemukan. Dua orang termasuk Aditya belum diketemukan hingga sekarang. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas