Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Teks Naskah Khutbah Idul Adha 2020: Syari'ah Kurban

Contoh teks naskah khutbah shalat Idul Adha 2020 berjudul Syari'ah Kurban oleh Dr Agus Hermanto MHI, Dosen UIN Raden Intan, Lampung

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Teks Naskah Khutbah Idul Adha 2020: Syari'ah Kurban
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Contoh teks naskah khutbah shalat Idul Adha 2020 berjudul Syari'ah Kurban oleh Dr Agus Hermanto MHI, Dosen UIN Raden Intan, Lampung 

TRIBUNNEWS.COM - Contoh teks naskah khutbah shalat Idul Adha 2020 berjudul Syari'ah Kurban.

Dikutip dari mui-lampung.or.id, naskah khutbah Idul Adha 2020 ini ditulis Dr Agus Hermanto MHI, Dosen UIN Raden Intan, Lampung.

Berkhutbah saat shalat Idul Ada dilakukan sebagai bagian dari kesempurnaan shalat Idul Adha.

Khutbah shalat Idul Adha dilaksanakan dengan dua khutbah serta dilakukan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

Khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.

Baca: Contoh Naskah Khotbah Idul Adha 2020: Pengorbanan adalah Keteladanan Para Nabi

Baca: Contoh Teks Naskah Khutbah Idul Adha 2020: Idul Adha dalam Kondisi Pandemi Covid-19

Dr Agus Hermanto MHI, Dosen UIN Raden Intan, Lampung.
Dr Agus Hermanto MHI, Dosen UIN Raden Intan, Lampung. (mui-lampung.or.id)

Berikut contoh naskah eks naskah khutbah shalat Idul Adha 2020 berjudul Syari'ah Kurban, dikutip Tribunnews.com dari mui-lampung.or.id.

KHUTBAH I

Rekomendasi Untuk Anda

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر,
الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر
الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر
الحمد لله الذى جعل عيد الأضحى يوم السرور. أحلّ اللهُ الطعامَ وحرّمَ الصيامِ, . أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. الَّذِى خَصَّ عِبَادَهُ بِخَيْرِ كِتَابٍ أُنْزِلَ وَأَكْرَمَهُمْ بِخَيْرٍ نَبِىٍّ أُرْسِلَ وَجَعَلَهُمْ بِالإِسْلاَمِ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَأَتَمَّ عَلَيْهِمُ النِّعْمَةَ بِأَعْظَمِ دِيْنٍ شَرَعَهُ اللهُ لِعِبَادِهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الِّذِى أَدَّى الأَمَانَةَ وَنَصَحَ الأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِى اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ وَتَرَكَهُمْ عَلَى المِلَّةِ الحَنِيْفَةِ السَّمْحَةِ وَعَلَى الطَّرِيْقَةِ الوَاضِحَةِ الغَرَّاءِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّ يْنِ. أما بعدُ
فَيَا عِبَادَ اللهِ! أُوْصِى نَفْسِى وَأَنْتُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ, إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
قال الله تعالى فى كتابه الكريم:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. وقال أيضا: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilham.

Jemaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah!

Hari raya Idhul Adha adalah hari besar umat Islam, merupakan hari kemenangan, hari dihalalkannya makanan dan diharamkan shiyam (puasa).

Yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah dan ditambah tiga hari yaitu hari-hari Taysrik, pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah.

Idul Adha merupakan hari peradaban manusia, sebagai pondasi serta tonggak disyari’atkannya ajaran para Nabi yang lalu kemudian disyari’atkan kembali bagi umat Islam, berupa risalah Islamiyah yang bawa oleh baginda Rasulullah Muhammad saw.

Berbicara tentang Idul Adha, berarti berbicara tentang dua sejarah umat Nabiyullah yang menjadi cerita dalam al-Qur’an, yaitu perjalanan Nabi Ibrahim as.

Beliau diuji Allah dengan ujian yang sangat berat, ujian di atas rata-rata ujian manusia, yaitu diperintahkan menyembelih putranya.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas