Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kasus Konten Penemuan Obat Covid-19, Penyidik Cecar Anji dengan 45 Pertanyaan

Ditemui awak media usai pemeriksaan, Anji mengungkapkan perasaannya usai diperiksa dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong.

Kasus Konten Penemuan Obat Covid-19, Penyidik Cecar Anji dengan 45 Pertanyaan
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Musisi Anji usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji telah menyelesaikan pemeriksaan terkait dugaan penyebaran berita bohong konten YouTubenya bersama Hadi Pranoto terkait penemuan obat Covid-19.

Ditemui awak media usai pemeriksaan, Anji mengungkapkan perasaannya usai diperiksa dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong.

Dia mengatakan kasus yang dialaminya ini merupakan pengalaman yang baru dalam hidupnya.

Baca: Usai Anji, Polri Bakal Layangkan Surat Panggilan Pemeriksaan Terhadap Hadi Pranoto

Dalam pemeriksaanya, Anji mengaku dicecar 45 pertanyaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya.

"Saya baru pertama kali dilaporkan seperti ini dan baru pertama kali menjalani pemeriksaan seperti ini. Dari mulai jam 10 pagi, istirahat satu kali jam makan siang jam 12. Lalu tadi ada sekitar 45 pertanyaan, tapi ada satu pertanyaan yang butirnya sampai E. Saya pegel juga. Belum makan malam," kata Anji di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Baca: BREAKING NEWS: Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Anji Tersenyum

Dia mengatakan pertanyaan yang diajukan penyidik mulai tentang identitas pribadi hingga kronologis penayangan videonya bersama Hadi Pranoto di akun YouTubenya di Duniamanji.

"Yang jelas pertanyaan di awal tentang identitas saya. Maksudnya biodata jati diri. Lalu selebihnya akun youtube saya, akun duniamanji lalu tentang kronologi kejadian ketika wawancara. Intinya adalah materi pokok perkara," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengharapkan kasus itu bisa diselesaikan secara baik.

"Semoga cepat selesai lah. Karena buat saya ini nggak enak," katanya.

Tersenyum

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas