Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Komando Operasi Khusus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Teroris

Latihan Satgultor TNI dipimpin langsung oleh Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon selaku Direktur Latihan.

Komando Operasi Khusus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Teroris
Puspen TNI
Latihan ini melibatkan Satuan Penanggulangan Terorisme TNI (Satgultor TNI) terdiri dari Sat-81 Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo-90 Paskhas TNI AU. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai upaya menanggulangi terorisme, Komando Operasi Khusus TNI menggelar Latihan Penanggulangan Terorisme tahun 2020 di PT Indonesia Power Provinsi Banten.

Latihan ini melibatkan Satuan Penanggulangan Terorisme TNI (Satgultor TNI) terdiri dari Sat-81 Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo-90 Paskhas TNI AU.

Latihan Satgultor TNI dipimpin langsung oleh Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon selaku Direktur Latihan.

Baca: Koopsus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Teror Ancaman Senjata Biologi Saat Pandemi Covid-19

Tema dari latihan ini adalah “Satgultor TNI Melaksanakan Penanggulangan Aksi Terorisme Dalam Masa Pandemi Covid-19 Untuk Lumpuhkan Dan Hancurkan Kelompok Teroris Guna Memelihara Stabilitas Keamanan Di Wilayah DKI Jakarta, Banten Dan Sekitarnya Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Komandan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon selaku Direktur Latihan mengatakan Latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI TA 2020 bertujuan melatih kesiapsiagaan Satgultor TNI dan melaksanakan operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme.

"Khususnya teroris yang melakukan aksinya dengan menggunakan senjata biologi maupun saat terjadi Pandemi Virus Covid-19. Latihan ini juga merupakan wujud Tanggung jawab TNI untuk memberikan jaminan keamanan pada setiap saat, setiap tempat dan keadaan bagaimanapun juga," kata dia, dalam keterangannya, Selasa (11/8/2020).

Dia menjelaskan TNI sebagai komponen pertahanan negara tidak akan membiarkan aksi terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat.

Untuk menangani aksi terorisme, dalam latihan penanggulangan terorisme kali ini teroris melakukan aksinya dengan cara menggunakan ancaman senjata biologi termasuk memanfaatkan Virus Covid-19 dan aksi teroris dilaksanakan pada saat Pandemi Virus sedang terjadi.

"Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya tangkal serta kecepatan bertindak dalam menanggulangi terjadinya aksi terorisme," kata dia.

Baca: Koalisi Masyarakat Sipil Akan Terus Kawal R-Perpres Pelibatan TNI dalam Mengatasi Terorisme

Rencananya, satuan penanggulangan teror TNI akan terus melatih dan mengasah kemampuannya guna siap setiap saat serta sekaligus senantiasa mohon do’a restu.

"Agar latihan berjalan dengan aman dan lancar guna tercapai standarisasi yang diharapkan sehingga Koopssus TNI siap setiap saat dalam memenuhi setiap panggilan tugas," kata dia.

Untuk diketahui, latihan ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu Geladi Posko dan Geladi Lapangan. Geladi Posko dilaksanakan selama dua hari, tanggal 5 dan 6 Agustus 2020 bertempat di Mako Koopssus TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Sementara tahap kedua yaitu Gladi Lapangan tanggal 10-11 Agustus 2020 di Dermaga Pelabuhan Indah Kiat Cilegon, Banten.

Dalam Latihan ini juga melibatkan Kompi Nubika Pusziad yang memiliki kemampuan Dekontaminasi terhadap Personel maupun ruangan/tempat serta alat-peralatan yang digunakan baik oleh teroris maupun Satuan Gultor TNI.

Ikuti kami di
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas