Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Program Penggerak Dinilai Mampu Dorong Percepatan Kemampuan Adaptasi Guru

Selama ini, transformasi pendidikan seringkali terhambat oleh perbedaan situasi dan kondisi sekolah.

Program Penggerak Dinilai Mampu Dorong Percepatan Kemampuan Adaptasi Guru
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Sejumlah guru berdoa usai melaksanakan salat gaib saat penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 11, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/7/2020). Penutupan MPLS di sekolah diisi dengan pelaksanaan salat gaib untuk mendoakan salah satu wali murid yang meninggal akibat Covid-19 serta penerbangan balon dengan harapan wabah Covid-19 segera berlalu. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Program Organisasi Penggerak dan Program Guru Penggerak yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai akan mendorong percepatan kemampuan adaptasi para pendidik terhadap berbagai situasi sulit.

Satu di antara manfaat kedua program itu adalah percepatan adaptasi guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan kurikulum darurat saat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Monika Irayati, Inisiator Jaringan Pendidikan Alternatif dan Jaringan Pendidikan Anak Merdeka menjelaskan salah satu tantangan terbesar pendidikan Indonesia saat ini adalah perbedaan pemahaman dan kapasitas yang ada di masing-masing sekolah dan guru.

“Program Organisasi Penggerak dan Guru Penggerak merupakan hal yang sangat dibutuhkan agar transformasi menuju sistem pendidikan yang berpusat pada anak bisa terjadi,” kata Monika kepada wartawan, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Baca: BPIP Dorong Guru PPKn Sebagai Duta Penggerak Pancasila

Monika mengakui telah ada upaya Kemendikbud membantu sekolah, guru, dan orangtua di saat pandemi dengan memberikan pedoman pembelajaran jarak jauh dan opsi penyesuaian kurikulum.

Opsi yang disiapkan adalah mengikuti Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat sesuai pedoman Kemendikbud, dan Kurikulum Mandiri yang disusun sekolah.

Lepas dari berbagai tantangan yang ada, Monika menilai, kondisi pandemi akan mengakselerasi transformasi menuju Pendidikan yang Memerdekakan yang berorientasi kepada anak.

“Ini merupakan esensi dari perjuangan para pegiat pendidikan progresif,” kata dia.

Selama ini, transformasi pendidikan seringkali terhambat oleh perbedaan situasi dan kondisi sekolah.

Founder Erudio Indonesia ini menjelaskan para guru dan pendidik sebelumnya terbiasa mengikuti satu aturan dan satu perintah yang menyeragamkan.

Halaman
12
Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas