Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PDIP Bakal Gembleng Cakada Selama Lima Hari di Sekolah Partai

Hasto sendiri melihat sejauh ini seluruh cakada cukup tertib dengan hadir tepat waktu melalui virtual.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in PDIP Bakal Gembleng Cakada Selama Lima Hari di Sekolah Partai
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Hasto Kristiyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) membuka Sekolah Partai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah gelombang pertama pada Jumat (21/8/2020).

Sebanyak 129 calon kepala daerah (cakada) dan wakil kepala daerah akan mengikuti Sekolah Partai selama lima hari dengan materi yang bernuansa Pancasila, kebangsaan, politik, strategi pemenangan dan sejarah Indonesia.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Sekolah Partai merupakan tradisi partai untuk memberikan materi sekaligus belajar tentang politik kebangsaan.

Hasto sendiri melihat sejauh ini seluruh cakada cukup tertib dengan hadir tepat waktu melalui virtual.

Baca: Megawati Akan Buka Sekolah Partai, Ada Pesan Khusus yang Diberikan untuk Calon Kepala Daerah

"Tadi sudah dilakukan pengecekan secara acak, dan semuanya menyatakan disiplin, siap mengikuti Sekolah Partai lima hari berturut-turut, yang sebelumnya itu dilaksanakan tujuh hari materi, kami padatkan mengingatkan kondisi pandemi. Meskipun dilaksanakan secara daring, tetapi kedisiplinan itu tetap bersifat mutlak," kata Hasto.

Hasto juga sudah melaporkan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait kesiapan Sekolah Partai.

Semua cakada, kata Hasto, sudah menyepakati kontrak sekaligus tata tertib Sekolah Partai.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka siap juga untuk menerima sanksi organisasi apabila tidak mengikuti Sekolah Partai ini dengan sebaik-baiknya," ucap Hasto.

Menurutnys, proses kaderisasi PDI Perjuangan saat ini sudah semakin baik, di mana pada saat Orde Baru selama 32 tahun Sekolah Partai ini pasti tidak diizinkan.

"Dan ketika era reformasi, saya masih ingat pada 2002, kaderisasi pertama baru dilaksanakan. Saat itu, Ibu Ketua Umum mengingatkan agar semua kader membangun kesadaran ideologi, kesadaran politik, kesadaran organisasi, kesadaran lingkungan, kesadaran untuk menyelesaikan masalah rakyat," jelas Hasto.

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menambahkan, pihaknya sudah membagikan buku elektronik kepada setiap peserta sebagai pedoman mengikuti Sekolah Partai.

Djarot menambahkan, pihaknya juga mengedepankan sistem digital selama proses pemberian materi Sekolah Partai kepada calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

"Untuk penyelenggaran Sekolah Partai, ini satu terobosan baru yang juga sebuah proses adaptasi kebiasaan baru bagi kita semua. Di mana, di dalam Sekolah Partai semua peserta bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia mengikuti seluruh materi Sekolah Partai secara daring," jelas Djarot.

Sebanyak 129 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang didukung PDI Perjuangan mengikuti Sekolah Partai ini.

Di antaranya, calon gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, calon wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka, calon bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono, hingga calon bupati Boven Digoel Martinus Wagi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas