Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dankorpaskhas Ungkap Isi Kurikulum HAM yang Diberikan Ke Prajurit TNI

Khusus di jajaran Korps Paskhas TNI AU, pembekalan materi terkait HAM dilakukan pada saat jam Komandan atau sebelum berangkat ke medan tugas.

Dankorpaskhas Ungkap Isi Kurikulum HAM yang Diberikan Ke Prajurit TNI
puspen tni/puspen tni
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en R?publique D?mocratique du Congo (MONUSCO), memupuk rasa empati dan kepedulian antar sesama pada Perayaan Idul Adha 1441 H di daerah misi dengan menyembelih hewan kurban sebanyak 22 ekor sapi dan 27 ekor kambing, bertempat di Soekarno Camp, HQ, COB Bendera & SCD Lulimba, Tanganyika Republik Demokratik Kongo, Jumat (31/7/2020). (TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU Marsekal Muda Eris Widodo menungkapkan sebagian isi kurikulum Hak Asasi Manusia (HAM) yang diberikan kepada prajurit TNI sebelum melaksanakan tugas khususnya dalam operasi militer perang.

Dalam tayangan Podcast Puspen TNI Episode 8 yang diunggah di kanal Youtube resmi Puspen TNI pada Sabtu (29/8/2020), Eris menyebut kurikulum tersebut meliputi penggunaan senjata dan tawanan perang.

"Jadi bagaimana kita melaksanakan peperangan, bagaimana kita menentukan persenjataan untuk menghancurkan lawan karena kita tahu tidak sembarang senjata bisa digunakan untuk membunuh lawan. Juga bagaimana kita melaksanakan tawanan perang, terhadap anak-anak, terhadap wanita, terhadap orang sipil yang tidak kombatan. Jadi sedemikian perhatiannya TNI AU terhadap HAM tersebut," kata Eris. 

Baca: Dankormar Jawab Kekhawatiran Masyarakat Soal HAM Jika TNI Dilibatkan dalam Penanggulangan Aksi Teror

Eris mengungkapkan kurikulum tersebut diberikan mulai di tingkat pendidikan hingga pengembangan prajurit.

Hal tersebut tidak terlepas dari fakta HAM telah menjadi isu global yang menjadi perhatian dunia.

"Begitu pentingnya HAM dan sudah menjadi isu yang global dan menjadi perhatian dunia, TNI AU tidak ketinggalan untuk memperhatikan masalah HAM ini. Jadi setiap prajurit pada saat mengikuti pendidikan baik itu di tingkat pembentukan maupun pengembangan, itu sudah ada di dalamnya kurikulum HAM," kata Eris.

Baca: Komnas HAM: Bekal Pengetahuan HAM kepada Prajurit TNI yang Bantu Atasi Terorisme Tidak Cukup

Khusus di jajaran Korps Paskhas TNI AU, kata Eris, pembekalan materi terkait HAM dilakukan secara berulang di antaranya pada saat jam Komandan atau sebelum pemberangkatan prajurit ke medan tugas.

"Khusus pembekalan ini dilaksanakan pada saat-saat jam komandan, atau pada saat pemberangkatan pasukan akan melaksanakan tugas, yaitu selalu berulang-ulang, masalah HAM itu menjadi kebutuhan bagi prajurit. Sehingga apabila seorang prajurit mengerti dan memahami saya yakin dia akan melaksanakan tugasnya dengan baik," tambah Eris.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas