Ganjar Pranowo: Selalu Ada Jalan Keluar di Tengah Persoalan
Sementara Walikota Semarang yang juga Ketua DPD TMP Jawa Tengah Hendrar Prihadi bertindak sebagai moderator.
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi webinar nasional kelima Taruna Merah Putih (TMP) yang dipimpin Maruarar Sirait.
Webinar kelima ini mengambil tema "Sistem Pendidikan di Tengan Pandemi Covid-19" yang dilaksanakan pada Minggu (31/8/2020) malam.
Apalagi peserta webinar nasional kelima ini tembus hingga 6.000 lebih lebih yang juga diikuti oleh para guru, orang tua dan murid.
Saat menyampaikan Keynote Speaker, Ganjar mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 ini ibarat hujan deras yang mendadak dan tak diguga-duga.
Tentu saja ada berbagai pilihan dalam menghadapinya.
Misalnya apakah tetap berdiam di rumah atau keluar tanpa menggunakan payung dan jas hujan sehingga beresiko basah kuyup atau keluar dengan membawa payung atau keluar dengan memakai jas hujan atau keluar dengan menggunakan payung dan jas hutan atau keluar dengan menggunakan mobil atau bahkan keluar dengan menggunakan payung, jas hujan dan mobil.
Dalam konteks pendidikan, lanjut Ganjar, pendidikan harus terus berjalan.
Dengan ilustrasi ideal dengan contoh hujan tadi adalah dengan menggunakan payung, jas hujan dan menggunakan mobil.
Ia pun mengapresiasi Maruarar dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi dengan pelaksanaan Webinar ini sebagai cara mencasi solusi pembelajaran di tengah pandemi.
"Pak Ara ini meski bukan pejabat publik namun tetap peduli. Begitu juga mas Hendi. Ikut menggerakkan dan mencari solusi di tengah Pandemi," kata Ganjar.
Ganjar mengakui bukan hal mudah ketika menghadapi awal-awal pandemi, termasuk bagi guru, orang tua dan murid. Ganjar sendiri sudah mempertemukan antara guru, orang tua dan murid sehingga ditemukan jalan keluar bersama-sama dengan penggunaan teknologi informasi dan dengan belajar di rumah.
Kemudian, sambung Ganjar, ada persoalan lain ketika adanya keterbatasan sinyal di sejumlah wilayah di Jawa Tengah sehingga ia memenukan ada siswa yang harus belajar dengan manjat ke atap rumah atau pergi ke bukit.
"Saya memandaang ada anak yang mencari sinyal dengan manjat ke atas rumah atau bukti ini contoh anak hebat. Bagaimana ia mencoba menyelesaikankana persoalannya sendiri. Bahwa kemudian negara harus bertanggungjawab agar bisa mengcover persoalan iya, tapi gak boleh memaki. Tetap survive, show must will go on dengan berbagai cara," ungkap Ganjar.
"Tapi saya yakin selalu ada jalan keluar. Dan tantangan kita adalah menjadi problem solver dengan terus mencari jalan keluar. Misalnya jalan keluar bagi siswa yang gak punya gawai, muncul gerakan meminjamkan gawai atau gerakan memberikan gawai bekas yang layak pakai" sambung Ganjar
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.