Tribun

KPK Periksa 13 Saksi Terkait Kasus Suap RTH Kota Bandung

"Ke-13 saksi tersebut diperiksa untuk tersangka Dadang Suganda (DS) di Polrestabes Bandung," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Penulis: Reza Deni
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in KPK Periksa 13 Saksi Terkait Kasus Suap RTH Kota Bandung
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 13 orang saksi untuk diperiksa dalam kasus dugaan suap pengadaan tanah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pemerintah Kota Bandung tahun 2012-2013

"Ke-13 saksi tersebut diperiksa untuk tersangka Dadang Suganda (DS) di Polrestabes Bandung," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepad wartawan, Selasa (1/9/2020).

Adapun daftar nama ke-13 saksi tersebut adalah dari PNS sebanyak tiga orang yakni Pupung Haduah, Tris Tribudiarti Isnaningsih, dan Cepi Setiawan, ASN Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung R. Ivan Hendriawan, Kadis Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung tahun 2008-2011 Juniarso Ridwan, Kadis Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung tahun 2011-2014 Rusjaf Adimenggala.

Kemudian Kabid Perencanaan Pemkot Bandung tahun 2010-2013 Iskandar Zulkarnain, Kasi Dokumentasi Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung tahun 2008-2016 Soegiharto Siti Hasanah, Kasi Perencanaan Pengembangan Tata Ruang Pemkot Bandung Raden Riski Lazuardi.

Lalu saksi dari mantan anggota DPRD Kota Bandung, yakni Tatang Suratis, Lia Noer Hambali, dan Riantono.

Kemudian pemeriksaan juga dilakukan terhadap Setda Kota Bandung Ubad Bahtiar.

"Kami mengingatkan para saksi agar kooperatif hadir memenuhi  hukum tersebut," tegas Ali.

Baca: KPK Kecewa MA Pangkas Hukuman Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi 2 Tahun

Dalam kasus ini, KPK menjerat 4 tersangka. Mereka ialah eks Kadis Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkot Bandung Hery Nurhayat, dua eks anggota DPRD Kota Bandung 2009-2014 Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet, serta satu orang swasta bernama Dadang Suganda.

Hery, Tomtom, Kadar sedang menjalani persidangan, sementara Dadang masih tahap penyidikan.

Ia baru saja ditahan penyidik pada Juni 2020 setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Oktober 2019.

Kasus ini berawal ketika tahun 2011, Wali Kota Bandung Dada Rosada menetapkan Lokasi Pengadaan Tanah untuk RTH Pemerintah Kota Bandung.

Usulan kebutuhan anggaran pengadaan tanah RTH untuk tahun 2012 sebesar Rp15 miliar untuk 10.000 meter persegi.

Setelah rapat pembahasan dengan Badan Anggaran DPRD Kota Bandung, diduga ada anggota DPRD meminta penambahan anggaran dengan alasan ada penambahan lokasi untuk Pengadaan RTH.

Besar penambahan anggarannya dari yang semula Rp15 miliar menjadi Rp57,21 miliar untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD Murni) tahun 2012.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas