Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Djoko Tjandra

2 Jam Pertemuan Perdana Jaksa Pinangki dan Djoko Tjandra di Malaysia, Setumpuk Dokumen Ditunjukan

Dalam dakwaan tersebut terungkap awal mula pertemuan Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra di Kuala Lumpur Malaysia.

2 Jam Pertemuan Perdana Jaksa Pinangki dan Djoko Tjandra di Malaysia, Setumpuk Dokumen Ditunjukan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan dalam kasus dugaan suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh pihak Jaksa Penuntut Umum. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) didakwa telah menerima suap 500 ribu dolar AS dari 1 juta dolar AS yang dijanjikan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra selaku terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Dakwaan terhadap Jaksa Pinangki dibacakan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Dalam dakwaan tersebut terungkap awal mula pertemuan Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra di Kuala Lumpur Malaysia.

Awalnya sekitar September 2019, Jaksa Pinangki melakukan pertemuan dengan Rahmat dan Anita Kolopaking di sebuah restoran Jepang di Hotel Grand Mahakam Jakarta.

Saat itu, Jaksa Pinangki mengenalkan Anita Kolopaking yang berprofesi sebagai pengacara kepada Rahmat.

Baca: Arteria Duga Ada Internal Kejagung Tunggangi Kasus Pinangki untuk Ganti Jaksa Agung

Dalam pertemuan tersebut, Jaksa Pinangki meminta Rahmat untuk mengenalkan dirinya dengan Djoko Tjandra.

Atas permitaan dari Jaksa Pinangki, Rahmat pun menghubungi Djoko Tjandra melalui handphone dan menyampaikan keinginan Pinangki untuk berkenalan dengan Djoko Tjandra.

Mendengar hal tersebut, Djoko Tjandra pun menyanggupinya setelah melihat data dan foto Pinangki yang sedang berseragam Kejaksaan.

Selanjutnya, sekitar Oktober 2019, Pinangki menyampaikan kepada Anita Kolopaking bila nanti akan ada surat permintaan fatwa ke Mahkamah Agung untuk menanyakan apakah bisa dieksekusi atau tidak terkait putusan Peninjauan Kembali (PK) Djoko Tjandra.

Baca: Jaksa Pinangki Sewa Apartemen Mewah Trump, Percantik Diri di Amerika, Fasilitasnya Super Eksklusif

Menyikapi hal tersebut, karena merasa banyak teman di Mahkamah Agung dan merasa bisa berdiskusi hukum dengan para hakim di Mahkamah Agung, Anita Kolopaking pun berencana akan menanyakan hal tersebut kepada temannya yang merupakan hakim di Mahkamah Agung, apakah bisa mengeluarkan fatwa agar tidak dilaksanakannya putusan PK.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas