Tribun

P2G : Guru di 13 Provinsi Belum Dapatkan Kuota Internet Kemendikbud per 30 September 2020

Guru anggota P2G dari 13 provinsi keluhkan belum masuknya transfer bantuan kuota internet Kemendikbud untuk guru dan siswa.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in P2G : Guru di 13 Provinsi Belum Dapatkan Kuota Internet Kemendikbud per 30 September 2020
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Empat pelajar sekolah di Jalan Nangka, Gang Stial terpaksa nebeng wifi milik tetangga untuk mengikuti pelajaran daring karena orangtua tak mampu beli kuota internet, Kamis (23/7/2020). Masuk Sarang Ular Demi Belajar Daring, Cerita 4 Pelajar di Bandar Lampung Tak Mampu Beli Kuota 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) mendapatkan laporan dari jaringan guru anggota P2G dari 13 provinsi mengenai keluhan belum masuknya transfer kuota internet Kemendikbud untuk guru dan siswa.

Diketahui bantuan kuota siswa untuk guru sebesar 42 GB dan 35 GB untuk siswa.

Kuota untuk bulan September diberikan melalui fase 1 dan fase 2 yang berakhir 30 September sekarang.

Koordinator P2G Satriwan Salim mengatakan pihaknya mendapatkan laporan keluhan mengenai belum diterimanya bantuan kuota tersebut.

"Data di atas berdasarkan laporan dari guru-guru P2G yang mengajar di sekolah-sekolah negeri dan swasta mulai SD-SMA/SMK. Guru khawatir tidak dapat bantuan kuota internet sebagaimana janji Mas Mendikbud, padahal pengeluaran kuota guru dan orang tua siswa selama ini sangat besar," ujar Satriwan, dalam keterangannya, Kamis (1/10/2020).

Baca: Bulan Depan, Alvin Lie Tidak Dapat Bantuan Kuota Internet lagi dari Kemendikbud

Baca: Ketua MPR Minta Kemendikbud Evaluasi Penyaluran Bantuan Kuota Data Internet yang Belum Optimal

Satriwan juga mengungkap sebagai guru SMA swasta di Jakarta, dirinya juga belum kunjung mendapatkan bantuan kuota internet hingga 30 September malam.

Menurutnya, belum kunjung masuknya kuota internet Kemendikbud ke gawai guru dan siswa, mungkin dikarenakan pendaftaran verifikasi validasi (verval) yang baru berakhir 25 September.

Dia sendiri baru mengikuti verval pada 24 September.

Namun, guru-guru sebenarnya berharap mendapatkan kuota internet dengan lebih proporsional pembagiannya.

Sebaiknya untuk bulan ke dua, alokasi kuota umum yang diperbanyak kapasitasnya.

Sebab guru-guru sangat banyak yang menggunakan media seperti Youtube untuk mengajar.

"Seperti yang disampaikan oleh Parulian guru salah satu SMP Negeri (P2G Bangka Belitung) di Kab. Belitung, sekolah SD dan SMP sudah masuk aktif kembali dengan 2 shift masuk. Siswa lebih banyak berinteraksi di sekolah dengan guru kemudian dilanjut via Whatsapp dan belajar mandiri via YouTube," kata dia.

Sedangkan di Blitar, kata Satriwan, seorang guru SMP sekaligus anggota P2G Jawa Timur bernama Sri menyampaikan kuota yang diberikan sebenarnya akan banyak mubazir, sebab dirinya mengajar dengan metode home visit karena PJJ luring.

Selain itu banyak siswa yang tak sadar bahwa nomornya sudah disubsidi kuota.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas