Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sejumlah Cakada Meninggal Akibat Covid-19, Pengamat: Ini Pilkada yang Dipaksakan dan Cenderung Nekat

Adi Prayitno angkat bicara soal meninggalnya sejumlah kepala daerah Pilkada Serentak 2020 dalam beberapa waktu terakhir akibat virus corona atau Covid

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sejumlah Cakada Meninggal Akibat Covid-19, Pengamat: Ini Pilkada yang Dipaksakan dan Cenderung Nekat
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi kotak suara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno angkat bicara soal meninggalnya sejumlah kepala daerah Pilkada Serentak 2020 dalam beberapa waktu terakhir akibat virus corona atau Covid-19.

Adi mengatakan meninggalnya tiga calon kepala daerah tersebut menegaskan bahwa pilkada kali ini memang dipaksakan dan cenderung nekat karena digelar di tengah pandemi.

"Ini pilkada yang dipaksakan, bahkan cenderung nekat. Banyak penyelenggara positif covid, kerumunan masih terjadi, dan sejumlah calon kepala daerah yang meninggal," ujar Adi, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (6/10/2020).

Baca: Politikus PKS: Aneh Kalau Pilkada Tetap Jalan, Unjuk Rasa Omnibus Law Cipta Kerja Dilarang

Atas kejadian tersebut, dia melihat pemerintah, DPR RI, dan penyelenggara pemilu seharusnya memiliki inisiatif untuk melakukan evaluasi ulang terhadap penyelenggaraan kontestasi politik di penghujung tahun nanti.

"Pemerintah, DPR RI, dan penyelenggara sepertinya perlu mengevaluasi ulang soal pilkada 9 Desember mendatang. Ini menyangkut keselamatan jiwa orang," ungkapnya.

Baca: Viral Video Uang Rp 100 Ribu Berserakan di Mobil Pendukung Paslon Pilkada Bupati Mojokerto

Secara tegas, Adi meminta agar pilkada pada tanggal 9 Desember mendatang ditunda sampai ada kepastian soal penurunan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, Pilkada kali ini tidak ideal.

Baca: KPU: Dua dari Empat Bacalon Pilkada yang Wafat Sudah Punya Penggantinya

Karena ancaman golput meningkat seiring ketakutan orang-orang untuk menuju tempat pemungutan suara akibat Covid-19.

"Tunda Pilkada.Tunda Pilkada hingga covid melandai. Siapa tahu Desember besok sudah mulai landai," kata dia.

"Pilkada kali ini dibawah bayang-bayang ancaman golput yang tinggi. Orang takut ke TPS, takut mempertaruhkan kehidupan mereka," tambah Adi.

5 Calon Kepala Daerah dan Wakil Meninggal Akibat Covid-19

Dari catatan Tribunnews, ada 5 calon kepala daerah di Indonesia yang meninggal setelah terkonfirmasi terpapar virus corona.

Beberapa calon kepala daerah lainnnya sempat terpapar corona, namun kini sudah dinyatakan sembuh dan melanjutkan proses tahapan pilkada 2020.

Berikut calon kepala daerah yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19:

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas