Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kisah Marissa Hutabarat, Boru Batak Jadi Hakim di Amerika Serikat

Marissa Hutabarat, perempuan berdarah Indonesia, dengan marga Batak berhasil membanggakan Diaspora Indonesia. ia menjadi hakim di New Orleans, AS.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kisah Marissa Hutabarat, Boru Batak Jadi Hakim di Amerika Serikat
VoA
Marissa Hutabarat hakim di New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat keturunan Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM - Marissa Hutabarat, perempuan berdarah Indonesia, dengan marga Batak berhasil membanggakan Diaspora Indonesia dengan keberhasilannya menjadi hakim di New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat.

Marissa resmi menjabat sebagai hakim, sejak Agustus 2020 lalu.

Menjabat sebagai hakim perdata, merupakan salah satu mimpi Marissa yang menjadi nyata.

"Menjadi hakim adalah impian saya sejak sekolah hukum," ujar Marissa kepada Tribun, Senin (5/10/2020).

Marissa memiliki marga Batak dari sang ayah. Ia dibesarkan oleh opung (neneknya) sejak berusia
sembilan bulan.

Budaya batak mengajarkan Marissa betapa pentingnya berdedikasi untuk keluarga.Seperti apa ceritanya?

Berikut wawancara eksklusif Tribun Network bersama Marissa Hutabarat:

Rekomendasi Untuk Anda

Bagaimana perasaan Anda setelah terpilih sebagai Hakim atau Anda menyebutnya, "People's
Judge"?
Saya merasa tersanjung. Masyarakat di New Orleansmempercayakan saya untuk melayani sebagai hakim di Pengadilan Kota Pertama.

Saya berkomitmen untuk menjadi hakim yang mendengarkan suara masyarakat dari seluruh lapisan yang datang ke pengadilan dengan belas kasih, bermartabat, dan hormat.

Saya siap bekerja tanpa lelah untuk melayani masyarakat dengan baik dan membuat mereka bangga
atas pilihannya.

Slogan Anda adalah "People's Judge", apa maknanya?
Pengadilan Kota Pertama itu sering disebut sebagai "Pengadilan Rakyat", karena banyak orang datang
ke pengadilan untuk merepresentasikan diri mereka sendiri.

Banyak orang yang terdampak dari putusan pengadilan ini, yang banyak menangani masalah yang dekat dengan mereka, termasuk penggusuran.

Ruang pengadilan bisa saja menjadi tempat yang sangat mengintimidasi.

Penting bagi mereka yang hadir ke pengadilan untuk merasa suaranya akan didengar oleh hakim yang
adil.

Visi saya adalah untuk memastikan bahwa pengadilan ini memiliki seorang hakim yang adil dan
menghargai setiap orang dari semua lapisan masyarakat.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas