Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Buka-bukaan Ala Gatot Nurmantyo, Singgung 'Kadrun' hingga Capres 2024

Mengenai Pilpres 2024, Gatot mengatakan sah-sah saja jika dirinya berkeinginan untuk maju sebagai calon presiden 2024.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Buka-bukaan Ala Gatot Nurmantyo, Singgung 'Kadrun' hingga Capres 2024
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat menjadi narasumber di acara Satu Meja The Forum di studio satu Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018). 

Tapi, menurut Gatot, situasi Indonesia saat ini tengah fokus menghadapi pandemi Covid-19.

Maka tidak etis baginya jika sudah memikirkan akan maju calon presiden 2024, apalagi dengan menjadikan KAMI sebagai partai politik.

"Situasi bangsa seperti ini, menghadapi dua permasalahan yang sama-sama berat. Dan belum menemukan cara pasti untuk selamat dari dua ini, terus saya punya potensi, dan teman-teman punya preferensi, berfikir untuk 2024 saya katakan itu tidak etis," tutur Gatot.

Senjata biologis

Gatot juga menyinggung akan adanya senjata biologis yang bisa melumpuhkan suatu negara.

Gatot ditanya oleh Karni mengenai kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

"Saya pernah sampaikan 27 Oktober 2017 sudah sampaikan waspada perang biologis yang bisa melumpuhkan negara," ujar Gatot, Jumat (16/10/2020) malam.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, ia masih menjabat sebagai Panglima TNI.

Gatot menyampaikannya di Istana Negara.

"Saat itu saya bicara sebagai panglima di Istana Negara dalam acara internasional waktu itu. Tentunya saya bicara seperti ini bukan saya dukun tapi berdasarkan data-data fakta yang ada," ujar Gatot.

Kemudian, kata dia, sekarang muncul wabah di Wuhan.

Saat ada pandemi, penanganan pada sebulan pertama sebenarnya menentukan.

"Tapi kita tak melakukan itu. Bahkan menarik wisatawan. Okelah," tutur Gatot.

Gatot berpandangan penanganan Covid-19 oleh pemerintah saat ini belum selaras atau tidak satu komando.

Sehingga ketika negara-negara lain, mulai turun angka positif Covid-19, di Indonesia masih terus naik.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas