Tribun

Dana BOS Madrasah dan Pesantren yang Naik Jadi 890 Miliar Segera Dicairkan

"Alhamdulillah, dana BOS Madrasah dan Pesantren 2020 tetap naik Rp100 ribu per siswa atau santri," tegas Menag Fachrul Razi di Jakarta.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Theresia Felisiani
Dana BOS Madrasah dan Pesantren yang Naik Jadi 890 Miliar Segera Dicairkan
istimewa/dok Kemenag RI
Menteri agama Fachrul Razi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa madrasah dan santri pesantren tahun 2020 segera dicairkan.

Sesuai rencana awal, kenaikan BOS 2020 sebesar Rp100 ribu persiswa atau santri.

Menurut Menag, tambahan anggaran yang diusulkan dan disetujui sekitar Rp890 miliar.

Anggaran ini akan didistribusikan untuk BOS 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan 1.495.294 siswa MA.

Selain itu, tambahan BOS juga akan diberikan untuk kebutuhan pembelajaran 27.540 santri PP Salafiyah Ula, 114.517 santri PP Salafiyah Wustha, 18.562 santri PP Salafiyah Ulya.

"Alhamdulillah, dana BOS Madrasah dan Pesantren 2020 tetap naik Rp100 ribu per siswa atau santri," tegas Menag Fachrul Razi di Jakarta, Senin (19/10/2020).

"Kepastian kenaikan anggaran BOS 2020 ini diperoleh setelah usulan Kementerian Agama terkait tambahan anggaran BOS disetujui oleh Kementerian Keuangan," lanjutnya.

Ilustrasi dana bos.
Ilustrasi dana bos. (bos.kemdikbud.go.id)

Fachrul Razi melanjutkan, juknis pencairan kenaikan anggaran dana BOS ini sudah selesai dan akan segera dilakulan proses pencairan.

Kenaikan dana BOS Madrasah dan Pesantren sebenarnya sudah dialokasikan dalam anggaran Kemenag 2020.

Namun, alokasi kenaikan ini sempat tertunda karena adanya penghematan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas