Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sekolah di Kala Pandemi: Anak Didik Susah Belajar, Guru Bingung Mengajar

Koneksi internet menjadi hal yang sangat penting saat pandemi covid 19 seperti sekarang ini.

Sekolah di Kala Pandemi: Anak Didik Susah Belajar, Guru Bingung Mengajar
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ILUSTRASI PEMBELAJARAN JARAK JAUH. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koneksi internet menjadi hal yang sangat penting saat pandemi covid 19 seperti sekarang ini.

Adanya internet juga bisa membantu pembelajaran jarak jauh(PJJ).

Namun berdasarkan data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih ada 12 ribu sekolah yang belum memiliki akses internet.

Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Praptono mengatakan kendala minimnya jaringan internet ini terjadi di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T). 

Baca juga: Pelajar SMA di Gowa Bunuh Diri Karena Stres, P2G Minta Kemendikbud Evaluasi Pelaksanaan PJJ

"Ketika kemudian anak-anak masih sebagian besar memiliki kendala online karena di daerah 3T, yang secara umum persoalan listrik dan jaringan internet masih bermasalah," ujar Praptono dalam webinar Suara Guru, Kamis (22/10/2020).

"Dapodik menyatakan 12 ribu sekolah kita belum punya akses internet, dan kita lihat seluruhnya di daerah 3T. Sementara 48 ribu satuan pendidikan punya problem jaringan yang tidak baik, ada tapi tidak baik ini juga mayoritas di 3T," tambah Praptono.

Baca juga: KPAI Minta PJJ di Gowa Dievaluasi Akibat Pelajar Bunuh Diri

Menurut Praptono, lemahnya jaringan internet ini membuat 95 persen guru memilih pembelajaran campuran antara daring dan luring.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil survei kepada guru yang dilakukan  Ditjen GTK Kemendikbud bersama Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI).

"Di mana kurang kemampuan pembelajaran online penuh ditutupi atau diatasi dengan sesekali melakukan pembelajaran tatap muka," kata Praptono.

Baca juga: Bosan PJJ Alasan Siswa SMK Ikut Demo UU Cipta Kerja, Ada yang Dibayar Rp 5.000

Pada akhirnya lanjut Praptono, keterbatasan akses internet selama pandemi covid-19 memaksa guru untuk mengadaptasi teknologi digital.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas