Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gus Nur Ditangkap Polisi

Bareskrim Bakal Periksa Refly Harun Terkait Video Wawancaranya Bareng Gus Nur

Bareskrim Polri bakal memeriksa Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun terkait kasus ujaran kebencian yang membelit Suri Nur Rahardja alias Gus Nur.

Bareskrim Bakal Periksa Refly Harun Terkait Video Wawancaranya Bareng Gus Nur
Channel YouTube Refly Harun
Refly Harun lantas turut menyindir gaji direksi BPJS di tengah masalah kenaikan iuran tersebut. Hal itu diungkapkannya melalui channel YouTubenya Refly Harun yang tayang pada Kamis (15/5/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri bakal memeriksa Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun terkait kasus ujaran kebencian yang membelit Suri Nur Rahardja alias Gus Nur.

Hal itu lantaran pernyataan Gus Nur melecehkan NU ada dalam video wawancaranya bersama Refly Harun.

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono mengatakan seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan ujaran kebencian itu akan diperiksa oleh kepolisian.

Dalam kasus ini, ada dua video yang dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Yang pertama, bukti video yang diunggah pada akun Youtube MUNJIAT Channel.

Selain itu, ada pula rekaman video wawancara Gus Nur yang tengah bersama Refly Harun.

AJUKAN BANDING - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai oleh Slamet Riyadi menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur pada sidang putusan, Kamis (24/10). Gus Nur dianggap terbukti melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang juncto pasal 45 ayat (3) tentang UU ITE. Menanggapi putusan itu terdakwa mengaku banding sedangkan Jaksa pikir-pikir. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
AJUKAN BANDING - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai oleh Slamet Riyadi menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur pada sidang putusan, Kamis (24/10). Gus Nur dianggap terbukti melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang juncto pasal 45 ayat (3) tentang UU ITE. Menanggapi putusan itu terdakwa mengaku banding sedangkan Jaksa pikir-pikir. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ (SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

"Siapa yang merekam, siapa yang mengedit, siapa yang mengundang atau meng-upload, termasuk yang mewawancarai semua akan kita panggil. Semuanya akan dipanggil," kata Brigjen Awi Setyono di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (27/10/2020).

Baca juga: Polri Minta Gus Nur Ajukan Praperadilan Jika Keberatan Soal Penangkapan dan Penetapan Tersangka

Hingga saat ini, Awi mengatakan kedua video tersebut masih diperiksa oleh laboratorium digital forensik.

Nantinya, penyidik juga akan memeriksa dari ahli ITE.

"Masih diperiksa di laboratorium digital forensik. Kita tunggu, nanti kalau sudah selesai akan diperiksa ahli ITE. Jadi total ada empat saksi termasuk pelapor, kemudian dua saksi ahli," pungkasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas