Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ini Pandangan Mahasiswa Doktoral Unhan Soal Pengembangan Pertahanan

Sejumlah mahasiswa doktoral Universitas Pertahanan menilai perlunya mengevaluasi secara terus-menerus pertahanan negara dari berbagai aspek. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ini Pandangan Mahasiswa Doktoral Unhan Soal Pengembangan Pertahanan
istimewa
Empat mahasiswa doktoral Universitas Pertahanan (dari kiri ke kanan) Brigjen TNI Minan Sinulingga, Marsma TNI Penny Radjendra, Laksamana Pertama Suharto, saat meninjau kapal KRI Makassar-590 di Tanjung Priok, Sabtu (14/11/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aspek pertahanan negara dinilai menjadi sektor utama dalam menentukan kedigdayaan suatu bangsa di mata dunia. 

Sejumlah mahasiswa doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) menilai perlunya mengevaluasi secara terus-menerus pertahanan negara dari berbagai aspek. 

Sebab, ancaman terhadap kedaulatan sebuah negara, termasuk Indonesia, merupakan hal nyata. 

Baca juga: Kunjungi KRI Makassar, Mahasiswa S3 Unhan Berharap Indonesia Perkuat  Industri Pertahanan Nasional

Mahasiswa Doktoral Unhan Laksamana Pertama Suharto mengingatkan pentingnya karakter bangsa maritim

Sejak awal pendiri bangsa telah menggariskan bahwa Indonesia adalah bangsa maritim, hal itu didukung pula dengan letak geografis Indonesia. 

Menurut Suharto generasi muda penting untuk dikenalkan secara masif kepada laut.

"Harapan kita, karena kita sudah mengatakan kita negara maritim, ya, kita harus memberikan banyak kesempatan kepada generasi muda untuk ke laut. Gimana caranya, ya, kapalnya ditambah," kata Suharto saat kunjungan mahasiswa doktoral Unhan ke KRI Makassar yang tengah bersandar di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (14/11/2020). 

Baca juga: Kementerian Pertahanan Revisi Rencana Strategis TNI

Rekomendasi Untuk Anda

Suharto menjelaskan, sebagai mantan komandan kapal layar laut, satu di antaranya Dewa Rudi, yang paling penting bagi Indonesia adalah di laut.

Sebab, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil.

"Kapal layar itu di laut outbone paling bagus, kerja sama hidup bersama dan di laut itu kan penuh ketidakpastian, di situlah semangat bagaimana orang hidup. Apalagi kalau di laut melihat bagaimana nelayan hidup kalau kita berbicara maritim tetapi tidak pernah ke laut tidak bisa merasakan, ternyata di laut itu enak. Hanya bayangan saja," tutur Suharto.

Sementara itu, Marsekal Pertama Penny Radjendra mengatakan, luas wilayah Indonesia 2 per 3 merupakan lautan.

Karena itu, butuh pengembangan penguatan pertahanan ke depan yang lebih komprehensif. 

Dia juga memandang pemerintahan Joko Widodo sudah memiliki program Maritim Poros Dunia yang relevan dengan pengembangan kekuatan di perairan. 

"Pengembangan paling penting adalah penguatan industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan alutsista terkait dalam pengamanan wilayah," kata dia. 

Dia juga menilai Indonesia merupakan negara terbuka dari setiap sudut penjuru mata angin.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas