Tribun

Virus Corona

Dicecar Pengadaan Vaksin Covid-19, Terawan Sebut Barang Belum Ada dan Masih 'Wait and See' 

Komisi IX DPR RI melakukan rapat kerja dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Selasa (17/11/2020).

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Dicecar Pengadaan Vaksin Covid-19, Terawan Sebut Barang Belum Ada dan Masih 'Wait and See' 
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Komisi IX DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Selasa (17/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi IX DPR RI melakukan rapat kerja dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Selasa (17/11/2020).

Dalam rapat tersebut, Terawan dicecar terkait kapan pengadaan vaksin Covid-19 tersedia di Indonesia oleh para legislator. 

Menanggapi hal itu, Terawan menjawab bahwa semakin cepat vaksin ada akan semakin baik. Hanya saja dia tidak bisa mengira-ngira, pasalnya barang yang dinanti belum ada. 

Baca juga: Menkes Terawan Beberkan Kriteria Penerima Vaksin Covid-19

"Kita doanya makin cepat, makin baik, tapi harus juga aman. Tapi, kalau soal waktu, time schedule, wong barangnya belum ada. Menurut saya, tidak bisa dikira-kira, siapa tahu nanti," ujar Terawan, di ruang rapat Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

"Ini menyangkut produksi, menyangkut apa pun, menyangkut hasil dari BPOM, dan sebagainya. Saya kira, kalau ada barangnya, ada persoalan lain dalam menyikapi," imbuhnya. 

Dia mengatakan sampai saat ini memang sudah ada vaksin yang masuk tahap uji klinis 3. Akan tetapi, hal itu bukan berarti vaksin yang siap digunakan sudah benar-benar ada. 

Menurut Terawan, dirinya belum bisa menyatakan apapun karena barangnya belum datang dan belum ada. Dia mengatakan itu masih rencana, sehingga transparansi menjadi hal yang susah diutarakan. 

"Karena itu semua masih rencana. Kalau masih rencana, nanti bingung transparansinya. Kalau kami kemukakan, mana barangnya. Kita tunggu dulu nanti kejelasannya karena semua berbasis bukti atau fakta," kata dia.

Baca juga: Siap Vaksinasi Covid-19 untuk 107 Juta Orang, Terawan: 23.145 Tenaga Kesehatan Dikerahkan

"Itu selalu saya ingatkan karena nanti juga akan menyangkut anggaran dan bagaimana realisasinya supaya tidak salah. Kita beli sesuatu harus kita pertanggungjawabkan juga," imbuhnya. 

Terawan juga menegaskan ada syarat-syarat distribusi vaksin yang ditetapkan oleh WHO. Oleh karenanya, grand design pengadaan vaksin juga harus merujuk kepada amanah WHO.

Di sisi lain, Terawan menegaskan akan lebih cepat menggunakan vaksin yang diimpor dalam bentuk jadi jika membicarakan kecepatan. Hanya saja jumlah vaksinnya pun akan sangat terbatas. 

"Kami akan siapkan segala skenario dan itu sudah dilakukan. Yang penting, kalau ada (vaksinnya) kami informasikan dan pimpinan negara pasti akan memberitahukan. Kami memang dalam posisi wait and see kapan datangnya. Kalau datang pun pimpinan negara akan menginformasikan kepada kita semua," tandasnya.
 

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas