Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, DPR Minta Pemerintah Hati-hati Putuskan Libur Panjang Akhir Tahun

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Netty meminta pemerintah hati-hati memutuskan kebijakan libur panjang akhir tahun 2020, seiring masih tingginya Covid-19

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, DPR Minta Pemerintah Hati-hati Putuskan Libur Panjang Akhir Tahun
Jaka/Man (dpr.go.id)
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah berhati-hati dalam memutuskan kebijakan soal libur panjang akhir tahun 2020, seiring masih tingginya kasus Covid-19.

"Setiap keputusan harus berbasis data dan mempertimbangkan berbagai aspek. Pastikan segala sesuatunya sudah dipikirkan langkah antisipasi dampaknya," ujar Netty dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Menurut Netty, libur panjang akan membuat masyarakat melakukan mobilitas antardaerah untuk tujuan silaturahim keluarga atau wisata. 

"Kami tidak ingin hal ini justru memicu lonjakan kasus," ucap Netty. 

Baca juga: Seorang Pengantin Wanita Tak Bisa Hadiri Akad Nikah, Tetap Dikamar Gara-gara Kena Covid-19

Netty pun meminta pemerintah melakukan penelusuran terkait lonjakan kasus pada masa liburan, agar penyebabnya dapat diketahui secara menyeluruh. 

"Perlu ditelusuri apa penyebab lonjakan kasus pada masa libur panjang tersebut? Apakah akibat mobilitas masyarakat yang tinggi ke luar daerah dan ke tempat wisata? atau terjadinya lonjakan kasus  seiring dengan adanya penambahan jumlah testing yang dilakukan pemerintah," jelasnya.

Baca juga: Sekolah di Gunungkidul Belajar Tatap Muka, Siswa Malah Ketularan Covid-19 dari Gurunya

Sebagaimana diketahui, berapa pekan lalu pemerintah memenuhi janji target ideal testing atau pemeriksaan terhadap 30 ribu orang per hari. 

Sebelumnya, 28 Oktober hingga 3 November 2020 menunjukkan rata-rata testing hanya di angka 26 ribu orang per hari.

Netty juga berharap pemerintah melakukan skema antisipasi dan semakin mengetatkan pengawasan protokol kesehatan, jika memang wacana libur panjang akhir tahun direalisasikan.

"Harus ada ketegasan dalam pengawasan prokes di tempat-tempat yang diperkirakan ramai dikunjungi, seperti rest area, hotel dan tempat wisata. Buat juknis prokes yang jelas di tempat-tempat tersebut," ucapnya. 

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas