Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Faktor Tingginya Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Serentak 2020

SMRC mengungkap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2020 terbilang tinggi dengan angka 76 persen.

Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Faktor Tingginya Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Serentak 2020
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mengungkap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2020 terbilang tinggi dengan angka 76 persen.

Diketahui Pilkada Serentak 2020 diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19.

Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad mengatakan tingginya tingkat partisipasi masyarakat dikarenakan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19.

"Publik menilai protokol kesehatan memang dijalankan pada hari H, baik oleh pemilih maupun petugas," ujar Saidiman dalam webinar 'Evaluasi Publik Nasional terhadap Pelaksanaan Pilkada Serentak', Kamis (17/12/2020).

Berdasarkan hasil survei, SMRC mencatat responden menilai 95 persen petugas di TPS memakai masker.

Baca juga: Survei SMRC: 67 Persen Responden Nilai Pilkada 2020 Cukup Jujur dan Adil

Kemudian, 94 persen petugas juga memberikan sarung tangan kepada pemilih.

Selain itu, 95 persen TPS menyediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi sabun dan air mengalir.

"Para pemilih saat hari pemungutan suara juga dikatakan memakai masker sebesar 96 persen, dan menjaga jarak fisik sebesar 97 persen," kata dia.

Meski demikian, Saidiman mengatakan terdapat pula responden yang sangat khawatir akan penularan Covid-19 sebesar 13 persen.

Baca juga: Hasil Pilkada Jabar 2020, Suara Masuk 5 Wilayah Sudah 100%, Lucky Hakim Unggul di Indramayu

"Secara umum, responden yang sangat khawatir tentang penularan Covid-19 sebesar 13 persen dan cukup khawatir sebesar 59 persen. Sisanya kurang khawatir sebesar 12 persen dan tidak khawatir sama sekali sebesar 14 persen," jelasnya.

Adapun survei ini dilakukan pada 9-12 Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden.

Responden dipilih secara acak dari sampel acak survei tatap muka yang dilakukan SMRC sebelumnya dan diwawancarai melalui telepon.

Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error 2,9 persen.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas