Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pemerintah akan Tingkatkan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

Terjadi lonjakan kasus aktif Covid-19, Pemerintah akan meningkatkan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan.

Pemerintah akan Tingkatkan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan
Istimewa
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah akan meningkatkan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan mulai dari mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Peningkatan intensitas operasi yustisi tersebut karena terjadi lonjakan kasus aktif Covid-19

Berdasarkan data per 3 Januari 2021 jumlah kasus aktif Covid-19 mencapai 110.679 kasus.

"Diperlukan adanya penguatan daripada protokol kesehatan berupa operasi kedisiplinan atau operasi yustisi, kemudian terus secara konsisten menjalankan 3 M dan 3 T secara tepat sasaran," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (4/1/2021).

Baca juga: Pemerintah Minta Masyarakat Mengacu Informasi Vaksin Corona dari Situs Resmi

Pemerintah menurut Airlangga menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan meskipun program vaksinasi akan segera di mulai.

Menurutnya penerapan protokol kesehatan tidak dapat dipisahkan dengan upaya lainnya yakni vaksinasi dan upaya 3 T (tracing, testing, dan treatmen) dalam penanggulangan Covid-19.

"Jadi pemerintah akan terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat, dan kedisiplinan masyarakat itu ya memakai masker, menjaga jarak kemudian juga mencuci tangan dan juga tetap menghindari kerumunan," tuturnya.

Presiden menurut Airlangga berharap bahwa kegiatan vaksinasi dan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan berjalan seiring.

Karena menurutnya vaksinasi Covid-19 kepada 181,5 juta masyarakat Indonesia membutuhkan waktu.

"Tentu diharapkan vaksinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, namun tidak boleh melupakan kedisiplinan (protokol kesehatan). Dengan vaksinasi, disiplin tetap perlu, karena Covid-19 ini masih ada di global. Jadi pandemi global ini belum berkahir," pungkasnya.

Pekerja dengan penjagaan petugas kepolisian melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020). Sebanyak 1,8 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia yang selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung untuk dilakukan uji klinis. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pekerja dengan penjagaan petugas kepolisian melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020). Sebanyak 1,8 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia yang selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung untuk dilakukan uji klinis. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas