Tribun

Febri Diansyah Tegaskan Tak Akan Bela Tersangka/Terdakwa Korupsi

Eks juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, menegaskan tidak akan membela para tersangka/terdakwa korupsi.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Febri Diansyah Tegaskan Tak Akan Bela Tersangka/Terdakwa Korupsi
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN
Febri Diansyah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, menegaskan tidak akan membela para tersangka/terdakwa korupsi.

"Secara prinsip, kami tidak akan mendampingi tersangka atau terdakwa kasus korupsi," kata pendiri firma hukum Visi Integritas ini kepada Tribunnews.com, Sabtu (23/1/2021).

"Justru yang jadi prioritas untuk dibela adalah korban korupsi," imbuhnya.

Memang, kata Febri, ada kondisi khusus seperti dugaan adanya kriminalisasi kepada para tersangka/terdakwa korupsi.

Ia mengatakan, ada beberapa tersangka/terdakwa korupsi yang berniat mengungkap aktor lain dengan menjadi justice collaborator (JC) dan whistleblower.

"Maka dengan pertimbangan oleh board of advisors atau tim ekstenal, maka kami akan pertimbangkan. Namun tetap pada prinsip dasar, kami tidak akan mendampingi tersangka atau terdakwa kasus korupsi," kata Febri.

Sebagaimana diketahui, duo eks aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Diansyah bersama Donal Fariz, telah membentuk kantor hukum Visi Integritas.

"Sebenarnya setelah aku selesai di KPK 17 Oktober kemarin, aku sama Donal ketemu dan diskusi dengan beberapa orang teman, untuk membangun sebuah kantor hukum, tapi bukan hanya kantor hukum yang menjalankan pendampingan hukum sebagaimana yang kita lihat. Karena bayangan atau impian kami kantor hukum ini jadi salah satu jalur untuk advokasi anti korupsi. Jadi tetap niatnya adalah advokasi anti korupsi," ujar Febri, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Febri Diansyah dan Donal Fariz Buka Peluang Dampingi Tersangka Korupsi, Tapi Ada Syaratnya

Febri menceritakan bahwa latar belakang dibentuknya kantor hukum baru ini dikarenakan dua hal.

Pertama, baik Febri maupun Donal merasa tetap harus bekerja dan melakukan sesuatu untuk pemberantasan korupsi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas