Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Buaya Kembali Memangsa Manusia, Pemancing Diterkam dan Mayatnya Hilang di Belitung Timur

Warga Belitung Timur diterkam seekor buaya dengan panjang sekitar 6 meter saat sedang memancing di pantai, Senin (25/1/2021).

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Buaya Kembali Memangsa Manusia, Pemancing Diterkam dan Mayatnya Hilang di Belitung Timur
Mashable
Ilustrasi serangan buaya. 

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG TIMUR - Insiden buaya memangsa manusia kembali terjadi, kali ini menimpa seorang pemancing bernama Dandi. Warga Belitung Timur ini diterkam seekor buaya dengan panjang sekitar 6 meter saat sedang memancing di pantai, Senin (25/1/2021).

Dandi tiba-tiba diterkam buaya saat sedang memancing di Teluk Merambai, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Paman korban, Bani menjadi saksi bagaimana keponakannya tersebut diserangan buaya.

Saat kejadian, Bani berada sekitar 50 meter dari korban buaya ganas tersebut.

Bani melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana buaya besar itu menerkam bagian pinggang dan menyeret keponakannya.

Dia melihat langsung keponakannya sempat timbul lalu tenggelam lagi diseret buaya buas tersebut.

"Tidak tega saya ke tempat itu lagi. Kemarin sekitar setengah empat sore, saya sempat melihat pertama saya lihat tangan kemudian buaya itu mengangkat badan (korban) menghadap saya, lalu tenggelam, timbul lagi ditengah," ucap Bani, Selasa (26/1/2021).

Rekomendasi Untuk Anda

Bani juga sempat berteriak ke arah buaya itu. Dia meminta agar keponakannya dilepaskan.

Baca juga: Hasil Visum Luar Jenazah Sugiarti, Ternyata Tak Ditemukan Luka Serangan Buaya, Adanya Luka Lebam

Menurut dia, saat itu keponakannya sudah tak berdaya. "Lepaskan," ujar Bani menirukan teriakannya.

Turunkan Empat Dukun

Empat dukun melakukan ritual adat untuk mencari Dandi (20).

Keempat dukun atau tokoh adat ini dilibatkan karena daerah tersebut merupakan perbatasan teritorial.

Keempat dukun ini adalah Kik Sadi (Dukun Kampong Limbongan), Dukun Air dan Dukun Buaya Desa Batu Penyu dan dukun air Kampong Batu Air.

Saat proses pencarian, dukun tampak turun ke perairan.

Baca juga: Kronologi Lengkap Menghilangnya Wanita di Jambi Hingga Ditemukan di Mulut Buaya, Awalnya Sakit Perut

Menurut kepercayaan, para dukun air ini sedang berkomunikasi dan meminta petunjuk di mana keberadaan korban.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas