Tribun

Gempa di Sulawesi Barat

Pascagempa di Sulbar, Menko PMK Minta BNPB Evakuasi Kelompok Perempuan Rentan

Kelompok perempuan rentan yang dimaksud Effendy, yaitu mereka yang sedang hamil dan menyusui bayi. Mereka harus dievakuasi agar dapat perawatan baik.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Willem Jonata
zoom-in Pascagempa di Sulbar, Menko PMK Minta BNPB Evakuasi Kelompok Perempuan Rentan
BNPB
Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau pemberian bantuan terhadap korban gempa Sulawesi Barat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta BNPB untuk membantu proses evakuasi kelompok perempuan rentan. 

Pesan ini disampaikan Muhadjir saat berkunjung ke wilayah terdampak gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), pada Kamis (28/1/2021). 

Saat menyampaikan arahan di Pos Komando (posko) Penanganan Darurat Bencana Gempa Sulbar, Muhadjir meminta BNPB menggunakan helikopter dalam proses evakuasi kelompok perempuan rentan. 

“Saya mohon dari BNPB untuk mengerahkan satuannya untuk bisa melakukan operasi lagi, untuk mengambil mereka sehingga dapat terawat dengan baik,” kata Effendy kepada Sekretaris Utama BNPB Harmensyah di posko pada Kamis (28/1/2021).

Kelompok perempuan rentan yang dimaksud Effendy yaitu mereka yang sedang hamil dan menyusui bayi. 

Baca juga: 13 Hari Pascagempa Majene, Sejumlah Warga Desa Sambabo Akui Masih Trauma dan Takut

Baca juga: Warga Desa Sambabo Akui Masih Trauma dan Takut, Meski Sudah Lewat 13 Hari Pascagempa Majene

Di samping itu, ia menambahkan kelompok bayi lima tahun (balita) juga dapat dievakuasi ke tempat yang lebih baik. 

“Seteleh berdiskusi dengan Ibu Mensos, saya dukung mereka yang sedang hamil, mereka yang sedang menyusui,  dievakuasi pakai heli ke lokasi yang lebih baik,” kata Muhadjir.

Aktifitas warga di tempat  pengungsian di Luar Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Minggu (24/1/2021). Setelah 9 hari Pasca gempa bumi bermagnitudo 6,2SR yang melanda Sulbar, warga tetap memilih mengungsi di lokasi ini. Diketahui sebanyak 1500 jiwa masih bertahan di lokasi tersebut dikarenakan masih khawatir dengan adanya gempa susulan. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)
Aktifitas warga di tempat pengungsian di Luar Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Minggu (24/1/2021). Setelah 9 hari Pasca gempa bumi bermagnitudo 6,2SR yang melanda Sulbar, warga tetap memilih mengungsi di lokasi ini. Diketahui sebanyak 1500 jiwa masih bertahan di lokasi tersebut dikarenakan masih khawatir dengan adanya gempa susulan. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR) (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Dalam arahan, Mihadjir menyampaikan bahwa kondisi anak-anak pada tingkat stunting atau secara psikis mengalami guncangan, ini akan sangat berpengaruh pada generasi yang akan datang. 

Baca juga: Positif Covid-19, Doni Monardo Tetap Monitor dan Beri Instruksi Penanganan Gempa Sulbar

Demikian juga, ia mengatakan bahwa anak-anak dan balita yang tidak mendapatkan asupan gizi dan pelayanan kesehatan yang baik selama wabah ini akan berdampak pada 30 hingga 40 tahun ke depan. 

Kondisi ini akan ditanggung sendiri oleh masyarakat Sulawesi Barat.

Ia menekankan pada paradigma bahwa utamakan terlebih dahulu kelompok perempuan rentan dengan memperhatikan segala kebutuhan, termasuk juga kelompok anak-anak. 

Pada kesempatan ini, ia meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk berperan dalam memberikan dukungan penuh dalam konteks tersebut. 

Sementara itu, Muhadjir juga berpesan kepada posko untuk memperhatikan warga yang masih ada di perbukitan dan wilayah-wilayah yang terputus akses transportasi. 

Ia meminta supaya mereka mendapatkan perhatian, terutama di bidang logistik.

“Jangan sampai mereka kelaparan, jangan sampai juga kesehatan mereka tidak terurus, terutama bagi ibu-ibu,” ujarnya. 

Tiga Menteri, yaitu MenkoPMK, Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati berkunjung ke wilayah terdampak dan pos pengungsian di Provinsi Sulbar pada hari ini (28/1/2021). 

Selain itu, para Menteri menyerahkan secara simbolis bantuan logistik dan peralatan serta santunan ahli waris korban terdampak gempa. 

Data BNPB per 28 Januari 2021, pukul 14.00 WIB, total jumlah warga mengungsi sebanyak 91.657 jiwa. Sebanyak 27.537 jiwa tersebar di 20 titik pos pengungsian wilayah Kabupaten Majene, sedangkan di Kabupaten Mamuju tersebar di 229 titik dengan 58.795 jiwa dan sisanya di Kabupaten Polewali Mandar yang tersebar di 111 titik. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas