Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setelah AHY dan Moeldoko Gelar Konferensi Pers, Ini Kata NasDem hingga PKB

Polemik muncul setelah Agus Harimurti yudhoyono atau AHY dan Moeldoko menggelar konferensi pers terkait isu kudeta kepemimpinan Demokrat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Setelah AHY dan Moeldoko Gelar Konferensi Pers, Ini Kata NasDem hingga PKB
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan kata sambutan pada acara pembukaan kongres pertama Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) di Hotel Grand Kemang Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2020). Pada kesempatannya AHY menyampaikan sekaligus menekankan agar IMDI sebagai Organisasi Sayap (Orsap) Partai Demokrat dapat menjadi jembatan untuk merangkul kaum muda atau milenial dengan pendekatan yang tepat. Kongres pertama ini IMDI mengusung tema Merajut Kebhinekaan Indonesia. 

Bahkan, Moeldoko meminta agar Jokowi tidak diganggu karena Presiden tidak mengetahui sama sekali masalah tersebut.

Masalah itu, lanjut dia, adalah urusan Moeldoko.

"Poinnya yang pertama: jangan dikit-dikit Istana. Dalam hal ini, saya mengingatkan, sekali lagi, jangan dikit-dikit Istana dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini."

"Karena beliau, dalam hal ini, tidak tahu sama sekali, nggak tahu apa-apa, dalam hal ini, dalam isu ini. Jadi, itu urusan saya. Urusan Moeldoko ini," tegas mantan Panglima TNI itu.

Baca juga: Moeldoko Jawab Tudingan Partai Demokrat: Jadi Pemimpin Jangan Baperan

Lebih lanjut, Moeldoko menceritakan pertemuannya dengan beberapa orang di rumahnya.

"Jadi ceritanya begini teman-teman sekalian, beberapa kali memang banyak tamu yang berdatangan dan saya orangnya terbuka."

"Saya mantan Panglima TNI dan tidak memberi batas dengan siapapun. Apalagi di rumah ini, mau datang terbuka 24 jam, siapa pun," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Orang-orang tersebut, lanjut Moeldoko datang secara bergelombang. Ia mengaku tidak tahu apa konteks kedatangan orang-orang ini.

"Secara bergelombang mereka dateng, berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa, saya juga nggak ngerti," ujar dia.

Selanjutnya, Moeldoko berbicara dengan mereka dengan mengawali soal pertanian yang menjadi kegemarannya.

Para tamu itu pun lantas menceritakan tentang situasi yang mereka tengah hadapi.

Moeldoko pun hanya bisa mendengarkan.

"Dari ngobrol obrolan itu, biasanya saya awali dengan pertanian karena saya memang suka pertanian."

"Berikutnya pada curhat tentang situasi yang dihadapi, ya gua dengerin aja. Berikutnya ya udah dengerin aja," kata dia.

Mendengar cerita tersebut, Moeldoko mengaku prihatin dengan situasi yang dialami.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas