Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Inggris Panggil Duta Besar Myanmar Sikapi Kudeta Militer Terhadap Pemerintahan Aung San Suu Kyi

Pemerintah Inggris memanggil Duta Besar Myanmar di London, Senin (1/2/2021) waktu setemmpat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Inggris Panggil Duta Besar Myanmar Sikapi Kudeta Militer Terhadap Pemerintahan Aung San Suu Kyi
Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Para migran Myanmar memegang potret Aung San Suu Kyi saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi di luar kedutaan Myanmar di Bangkok, Thailand pada 1 Februari 2021, setelah militer Myanmar menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam sebuah kudeta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Pemerintah Inggris memanggil Duta Besar Myanmar di London, Senin (1/2/2021) waktu setemmpat.

Hal itu disampaikan juru bicara kementerian luar negeri Inggris, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/2/2021).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Inggris menjelaskan pemanggilan Duta Besar Myanmar Kyaw Zwar Minn dilakukan setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengutuk kudeta di negara Asia Tenggara itu dan penangkapan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

"Inggris akan bekerja dengan mitra yang berpandangan sama dan mengejar semua hubungan diplomatik yang diperlukan untuk memastikan kembalinya demokrasi secara damai," jelas Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataannya.

Baca juga: Dampak Kudeta Milter di Myanmar Terhadap Indonesia

Perdana Menteri Johnson, Senin (1/2/2021), mengutuk kudeta militer di Myanmar.

PM Johnson menyerukan Aung San Suu Kyi dan para pemimpin sipil lainnya harus segera dibebaskan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya mengutuk kudeta dan penahanan warga sipil yang melanggar hukum, termasuk Aung San Suu Kyi, di Myanmar," kata Johnson.

"Suara rakyat harus dihormati dan para pemimpin sipil dibebaskan," tegasnya.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab juga mengecaman tentang keadaan darurat yang diberlakukan militer Myanmar.

Baca juga: Presiden AS Biden Ancam Beri Sanksi Baru Setelah Kudeta Myanmar dan Penahanan Aung San Suu Kyi

"Keinginan demokratis rakyat Myanmar harus dihormati, dan Majelis Nasional bersidang kembali secara damai," katanya di Twitter.

Suu Kyi, Presiden Win Myint dan para pemimpin para pemimpin senior partai Liga Demokrasi (NLD) ditangkap pada dini hari, Senin (1/2/2021), kata juru bicara NLD Myo Nyunt kepada Reuters melalui telepon.

Kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan setidaknya 45 orang telah ditahan militer Myanmar.

Sebuah video yang diposting ke Facebook menunjukkan penangkapan anggota parlemen regional Pa Pa Han.
Suaminya memohon kepada orang-orang dengan pakaian militer berdiri di luar gerbang.

Seorang anak kecil terlihat menempel di dadanya dan meratap.

Baca juga: Politik Memanas, Ratusan WNI di Myanmar dalam Keadaan Sehat dan Aman

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas