Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Indonesia adalah Contoh Damainya Negeri yang Dihiasi Toleransi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Indonesia adalah contoh tentang damainya negeri yang dihiasi toleransi.

Indonesia adalah Contoh Damainya Negeri yang Dihiasi Toleransi
screenshot
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi Keynote Speech Seminar Nasional ‘Merajut Kebangsaan dan Keummatan Mewujudkan Indonesia Maju,’ pada Rabu (10/2/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Indonesia adalah contoh tentang damainya negeri yang dihiasi toleransi.

Dia menegaskan tidak banyak negara yang mampu bertahan di tengah keberagaman seperti yang terjadi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini dalam Seminar Nasional ‘Merajut Kebangsaan dan Keummatan Mewujudkan Indonesia Maju,’ pada Rabu (10/2/2021).

Seminari nasional yang digelar virtual ini diselenggarakan oleh Departemen Kerjasama Antar Ummat Beragama Majelis Nasional KAHMI.

“Indonesia adalah harmoni yang menyejukkan mata dan tentu menentramkan jiwa. Bagi siapapun yang melihatnya Indonesia adalah contoh tentang damainya negeri yang dihiasi toleransi,” ujar mantan anggota Komisi II DPR RI ini.

“Tidak banyak bangsa yang bertahan di tengah keberagaman. Dan Indonesia adalah salah satu yang berhasil mengelola keberagaman ini dengan baik,” jelas Ketua Umum Gerakan Pemuda (PP) Ansor ini.

Baca juga: Kemendikbud Akui Banyak Pengaduan Soal Intoleransi di Sekolah

Dia menjelaskan tidak mudah merawat keberagaman ini, karena ada banyak tantangan yang datang silih berganti.

Dia menyebutkan serangan terhadap ideologi Pancasila adalah satu di antara usaha-usaha yang kerap merongrong harmoni dan toleransi di Indonesia.

Sejarah bangsa Indonesia menghadirkan dialektika yang tak jarang menjurus pada pertentangan yang sangat tajam.

Lahirnya Kahmi, kata dia, bagian dari sejarah bangsa Indonesia dalam merawat nilai-nilai moderasi beragama.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas