Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menteri Nadiem Tantang Mahasiswa Mengajar di SD Terpencil, Simak Syaratnya 

Mahasiswa ditantang Menteri Nadiem mengajar siswa di SD terpencil, bisa dapat bantuan uang kuliah, biaya hidup hingga papat nilai setara 12 SKS.  

Menteri Nadiem Tantang Mahasiswa Mengajar di SD Terpencil, Simak Syaratnya 
Laman resmi Kemendikbud.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat rapat dengan Komisi X DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menantang para mahasiswa semester 5 ke atas di perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengabdikan diri dengan cara mengajar siswa Sekolah Dasar (SD) di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) selama satu semester.

Bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini melalui program Kampus Mengajar, Nadiem menjanjikan bantuan uang kuliah hingga Rp2,4 juta dan biaya hidup sebesar Rp700 ribu per bulan.

”Saya mengajak teman-teman mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk beraksi, berkolaborasi dan berkreasi selama 12 minggu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD, terutama di daerah 3T," kata Nadiem melalui siaran langsung di Youtube Kemendikbud RI, Selasa (9/2).

Baca juga: Kemendikbud: Program Kampus Mengajar Setara 12 SKS

Nadiem mengatakan, program ini jadi satu bentuk pembelajaran di luar kampus dan program studi yang disediakan kementeriannya bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dengan kondisi pendidikan yang terkendala pandemi Covid-19, satuan pendidikan di jenjang dasar bakal membutuhkan tenaga mahasiswa.

Mengingat, masih banyak daerah terkendala ketika menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam menjelaskan, selain mendapat bantuan uang kuliah dan biaya hidup, mahasiswa juga bakal memperoleh nilai setara 12 satuan kredit semester (SKS).

"Selama mahasiswa mengikuti program ini, disetarakan dengan SKS. Jadi kegiatan adik-adik akan mengajar 6 jam hari. Kalau dikonversikan dengan beban kuliah itu setara 12 SKS, selama program satu semester ini," ujar Nizam.

Baca juga: Kemendikbud: Kampus Merdeka Mampu Memerdekakan Potensi Mahasiswa

Sementara dosen yang jadi pembimbing program akan diberikan insentif dan sertifikat.

Partisipasi mahasiswa pun akan dinilai sebagai indikator kinerja masing-masing perguruan tinggi.

Halaman
123
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas