Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polri Ubah Sandi Operasi Tinombala Jadi Madago Raya

Polisi ubah nama sandi Operasi Tinombala jadi Madago Raya, yang dalam bahasa daerah Poso artinya baik hati dan dekat dengan masyarakat.

Polri Ubah Sandi Operasi Tinombala Jadi Madago Raya
Capture Youtube
Kontak senjata antara pasukan Operasi Tinombala dengan kelompok DPO bekas jaringan teroris Santoso kembali terjadi di Poso, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI resmi mengubah nama atau sandi satuan tugas (Satgas) Tinombala menjadi Operasi Madago Raya.

Perubahan nama itu dimulai sejak hari ini, Rabu (17/2/2021).

Demikian disampaikan Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Imam Sugianto.

Menurutnya perubahan nama itu atas intruksi langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2021.

"Operasi Tinombala 2020 yang sekarang sudah berupa menjadi sandinya, yaitu menjadi operasi Madago Raya dan mohon mulai disosialisasikan," kata Imam dalam Rapim Polri 2021, Selasa (17/2/2021).

Baca juga: Operasi Satgas Tinombala Kemungkinan Akan Diperpanjang Oleh Polri

Imam menyampaikan satgas ini merupakan tim yang bertugas di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.

Mereka bertugas memberantas jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Dalam paparannya, Madago Raya merupakan bahasa daerah Poso, yang secara umum artinya adalah baik hati dan dekat dengan masyarakat.

Kepolisian RI sebelumnya merilis selebaran daftar pencarian orang (DPO) yang merupakan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Total, ada 11 orang yang masuk ke dalam daftar buron tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas