Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Artidjo Alkostar Meninggal Dunia

Mahfud MD Kenang Kebersamaanya dengan Artidjo Alkostar 30 Tahun Lalu di AS 

Saat Mahfud MD mengenang Artidjo Alkostar 30 tahun lalu hingga dokter kiriman Terawan dan Tito Karnavian untuk rawat almarhum di apartemen.

Mahfud MD Kenang Kebersamaanya dengan Artidjo Alkostar 30 Tahun Lalu di AS 
kompas.com
Artidjo Alkostar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengenang rutinitasnya saat di Amerika bersama Anggota Dewan Pengawas KPK sekaligus mantan Hakim Agung almarhum Artidjo Alkostar yang wafat pada Minggu (28/2/2021) kemarin. 

Mahfud mengawali kisahnya pada November 1990, ketika ia berangkat ke Amerika Serikat sebagai academic researcher di Columbia University, New York. 

Tujuan Mahfud ke Amerika ketika itu adalah untuk menulis disertasi tentang Politik Hukum di Indonesia. 

Daftar Koruptor yang Rasakan Kerasnya Pukulan Palu Bogam Artidjo Alkostar
Daftar Koruptor yang Rasakan Kerasnya Pukulan Palu Bogam Artidjo Alkostar (capture video)

Mahfud melanjutkan, ia menulis disertasi di Program Doktor UGM tapi mendapat beasiswa untuk Sandwich Program ke Amerika melalui library research program di Pusat Studi Asia, Columbia University.

Ia mengungkapkan selama di Amerika, urusan-urusannya relatif lancar dan mudah karena di sana sudah ada Artidjo yang menjemput dan mengatur tempat tinggal dan urusan administrasinya. 

Mas Artidjo, begitu Mahfud menyebutnya, memang lebih dulu berangkat dan bekerja sebagai volunteer di Asia Watch yang dipimpin oleh Sydney Jones di New York. 

Ia pun menungkapkan sejumlah rutinitasnya bersama Artidjo selama delapan bulan di New York.

"Kalau hari Jumat kami janjian ketemu di masjid untuk salat Jumat di Islamic Center. Kalau Sabtu kami makan siang di restoran Asia, termasuk restoran India. Jika ke restoran India Mas Artidjo suka memesan nasi briyani," kenang Mahfud ketika dikonfirmasi pada Senin (1/3/2021).

Hakim Mahkamah Agung, Artidjo Alkostar berbicara di hadapan wartawan di sela sela kunjungan ke Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (2/5/2017). SERAMBI/M ANSHAR
Hakim Mahkamah Agung, Artidjo Alkostar berbicara di hadapan wartawan di sela sela kunjungan ke Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (2/5/2017). SERAMBI/M ANSHAR (M ANSHAR/M ANSHAR (AAN))

Mahfud mengungkapkan, terakhir kali ia bertemu langsung dengan Artidjo adalah tanggal 18 Agustus 2020. 

Sehari sebelumnya, kata Mahfud, ia mendapat kabar dari murid setia Artidjo yakni Ari Yusuf Amir dan Sugito bahwa Artidjo sakit dan didiagnosis ada masalah dengan jantung dan paru-parunya. 

Tapi, kata Mahfud, ketika itu Artidjo tak mau dirawat di rumah sakit meski dokter sangat merekomendasikan. 

"Oleh sebab itu saya meminta tolong kepada Menteri Kesehatan Dokter Terawan untuk bisa dirawat di apartemennya," kata Mahfud. 

Mahfud MD dan Artidjo Alkostar
Mahfud MD dan Artidjo Alkostar (KOLASE TRIBUNWOW.COM)

Saat itu, lanjut Mahfud, Terawan mengirim dokter dan perawat ke apatemen Mas Artidjo pada tanggal 18 Agustus 2020.

Ketika itu, kata Mahfud, ia ikut menemui Artidjo di sana. 

"Mendagri Tito Karnavian kemudian juga mengirim adiknya yang dokter ahli jantung untuk merawat kesehatan Mas Artidjo. Hari Minggu, 28 Februari 2021, ternyata Mas Artidjo pergi untuk selamanya. Dia menghadap Allah dengan damai," kata Mahfud. 

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas