Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

FAKTA Mutasi Virus Corona B117 dari Inggris yang Sudah Masuk ke Indonesia, Benarkah Lebih Menular?

Simak fakta-fakta mutasi baru virus corona B117 dari Inggris yang sudah masuk ke Indonesia. Ini penjelasan lengkapnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in FAKTA Mutasi Virus Corona B117 dari Inggris yang Sudah Masuk ke Indonesia, Benarkah Lebih Menular?
The Scotsman
ILUSTRASI varian baru virus corona. Simak fakta-fakta mutasi baru virus corona B117 dari Inggris yang sudah masuk ke Indonesia. Ini penjelasan lengkapnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Mutasi baru virus corona asal Inggris ditemukan di Indonesia pada Selasa (2/3/2021) hari ini.

Adapun, penemuan mutasi baru virus corona ini bertepatan dengan peringatan setahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono mengumumkan langsung temuan mutasi virus ini.

Hal itu disampaikan dalam acara Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca-pandemi, yang ditayangkan secara daring di YouTube Kemenristek, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Tepat Setahun Pandemi, Wamenkes Umumkan Mutasi Virus Corona dari Inggris Masuk ke Indonesia

Menurutnya, terdapat dua kasus Covid-19 dengan mutasi virus corona ini yang ditemukan di Indonesia.

Ia pun mengingatkan, adanya mutasi baru virus corona ini membuat pengendalian pandemi akan semakin sulit.

Hal itu lantaran virus corona dengan mutasi B117 ini dianggap lebih cepat menular hingga 70 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

Lantas apa itu mutasi baru virus corona B.1.1.7 asal Inggris dan benarkah lebih cepat menular?

Berikut Tribunnews.com rangkum fakta-fakta mengenai mutasi virus corona B.1.1.7 dari Inggris yang telah masuk ke Indonesia:

1. Ditemukan Pertama Kali di London, Inggris

Mengutip dari NYtimes, mutasi baru virus corona ini pertama kali ditemukan di Inggris, tepatnya di London dan daerah terdekat Kent, pada bulan September 2020 lalu.

Lantaran ditemukan di dekat Kent, terkadang jenis virus B.1.1.7 ini juga disebut dengan nama mutasi 'Kent'.

Hanya berselang dua bulan, mutasi virus ini menyebar dengan cepat di Inggris, Denmark dan Irlandia sejak Desember 2020.

TINGKATKAN KEWASPADAAN - Bandara Soekarno Hatta, meningkatkan kewaspadaan terhadap penumpang penerbangan yang baru tiba dari luar negeri baik itu WNA maupun WNI, Selasa (29/12/2020). Mereka yang baru tiba ini kemudian diarahkan untuk melakukan swab dan menjalani karantina selama 5 hari. Hal ini sebagai antisipasi terkait ditemukannya varian baru virus Covid-19 yang penyebarannya lebih cepat. (Wartakota/Nur Ichsan)
TINGKATKAN KEWASPADAAN - Bandara Soekarno Hatta, meningkatkan kewaspadaan terhadap penumpang penerbangan yang baru tiba dari luar negeri baik itu WNA maupun WNI, Selasa (29/12/2020). Mereka yang baru tiba ini kemudian diarahkan untuk melakukan swab dan menjalani karantina selama 5 hari. Hal ini sebagai antisipasi terkait ditemukannya varian baru virus Covid-19 yang penyebarannya lebih cepat. (Wartakota/Nur Ichsan) (WARTAKOTA/Nur Ichsan)

Meski beberapa negara sudah mulai melakukan vaksinasi, namun tantangan adanya mutasi baru virus corona ini mulai terjadi.

Setidaknya hingga awal Maret 2021, ada sekitar 94 negara yang telah melaporkan adanya temuan varian baru virus corona di negaranya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas