Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PBNU: Langkah Pemulihan Ekonomi Tidak Boleh Membuat Moral Bangsa Terperosok

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan upaya perbaikan ekonomi negara harus menggunakan cara-cara yang baik.

PBNU: Langkah Pemulihan Ekonomi Tidak Boleh Membuat Moral Bangsa Terperosok
Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami
Tangkapan layar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Helmy Faishal Zaini saat mengisi Webinar Nasional UIN Malang, Kamis (11/6/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengatakan upaya perbaikan ekonomi negara harus menggunakan cara-cara yang baik.

"Prinsipnya adalah bahwa kita memang harus keluar dari krisis akibat pandemi. Kita harus menyehatkan kembali fiskal, kita itu betul. Tapi ada satu kalimat bijaksana saya kira yang harus menjadi perhatian kita bahwa kehendak yang mulia harus dicapai dengan cara yang mulia," ucap Helmy di Kantor PBNU, Jln Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (2/3/2021).

Helmy menyinggung rencana pemerintah membuka investasi minuman keras melalui lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Aturan tersebut akhirnya dianulir oleh pemerintah.

Baca juga: Pengamat Politik: Pencabutan Perpres Miras Menunjukan Sikap Demokratis Presiden Jokowi

Menurut Helmy, kebijakan tersebut dapat merusak moral bangsa.

Meski dapat membantu pemulihan ekonomi.

"Jangan sampai kita ingin recovery kita malah terperosok jauh secara moral  karena anak cucu kita ini terancam dengan maraknya nanti industri miras yang dilegalkan," tutur Helmy.

Pemerintah, menurut Helmy, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan terkait dengan pemulihan ekonomi.

Baca juga: Ingatkan Bahaya Minuman Keras, PBNU Singgung Insiden Polisi Mabuk Tembak Mati 3 Orang di Cengkareng

Hal ini menurutnya perlu dilakukan agar tidak menciptakan kegaduhan. 

Indonesia perlu stabilitas untuk melewati krisis akibat pandemi Covid-19. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas