Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pakar Keamanan Siber Peringatkan Untuk Waspadai Aplikasi Ilegal Mirip Snack Video

Praktik ilegal yang menggunakan skema bisnis ponzi dalam bentuk aplikasi penghasil uang rupanya marak terjadi belakangan ini.

Pakar Keamanan Siber Peringatkan Untuk Waspadai Aplikasi Ilegal Mirip Snack Video
Ist
Pakar Keamanan Siber, Pratama Persadha. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Praktik ilegal yang menggunakan skema bisnis ponzi dalam bentuk aplikasi penghasil uang rupanya marak terjadi belakangan ini.

Aplikasi tersebut memang secara legalitas telah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika karena tak mengurus izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Aplikasi seperti Vtube, Snack Video, maupun TikTok Cash sudah dicabut operasionalnya dan dinyatakan ilegal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, beberapa pihak menilai masih banyak sebenarnya aplikasi serupa hadir di internet.

Baca juga: BSSN: Ada Tren Peningkatan Serangan Siber Malware Pencuri Informasi di Awal Pandemi

Bahkan diperkirakan aksi skema bisnis ponzi bisa terus berulang kehadirannya di Indonesia dengan nama yang berbeda.

Mengamati hal tersebut, pakar Keamanan Siber dan Komunikasi Pratama Persadha mengatakan kehadiran praktik aplikasi ini memang selalu berkutat pada memberi iming-iming keuntungan besar.

Hal ini bisa terus berulang lantaran saat ini masyarakat getol memanfaatkan aplikasi digital dan mudah tertarik karena iming-iming imbalan besar.

Baca juga: Polisi Maksimalkan Instagram dan YouTube untuk Edukasi Praktik Kejahatan di Dunia Siber 

“Konsep ini sebenarnya sudah lama terjadi. Karena lemahnya pengawasan jadi terus berulang kejadiannya," ujar Pratama saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (7/3/2021).

Pratama mencontohkan dalam kasus TikTok Cash, pelaku menyakinkan para korban dengan membuat alamat website dan aplikasi ponsel pintar seakan-akan akun asli di bawah naungan perusahaan TikTok resmi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas