Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Apa Itu Nyepi? Berikut Sejarah dan Rangkaian Upacara Hari Raya Nyepi

Berikut ini penjelasan mengenai apa itu Nyepi serta sejarah dan rangkaian upacara Hari Raya Nyepi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adya Ninggar P
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Apa Itu Nyepi? Berikut Sejarah dan Rangkaian Upacara Hari Raya Nyepi
baligolive.com
Apa Itu Nyepi? Berikut Sejarah dan Rangkaian Upacara Hari Raya Nyepi 

Caru ini dipesembahkan agar para bhuta tidak menurunkan sifat-sifatnya pada pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Hal ini juga bertujuan untuk menghilangkan unsur-unsur jahat dari diri manusia sehingga tidak mengikuti manusia pada tahun berikutnya.

Upacara tawur kesanga ini sering juga disebut dengan upacara pecaruan dan juga tergolong upacara bhuta yadnya.

3. Hari Nyepi

Hari raya nyepi dirayakan oleh umat dengan cara melakukan Catur Bratha Penyepian.

Catur bratha penyepian terdiri dari empat macam pantangan yaitu:

- Amati geni, tidak menyalakan api.

Rekomendasi Untuk Anda

- Amati karya, tidak bekerja.

- Amati lelungaan, tidak bepergian. Makna mengistrahatkan badan.

- Amati lelanguan, tidak melakukan kegiatan hiburan.

Semua pantangan in dilakukan untuk mengekang hawa nafsu dan segala keinginan jahat sehingga dicapai suatu ketenangan atau kedamaian batin.

Dengan ini pikiran manusia bisa terintropeksi atas segala perbuatannya pada masa lalu dan pada saat yang sama memupuk perbuatan yang baik untuk tahun berikutnya.

Semua ini dilakukan selama satu hari penuh pada hari raya nyepi.

4. Ngembak Geni

Sehari setelah hari raya nyepi, semua aktivitas kembali berjalan seperti biasa.

Hari ini dimulai dengan persembahyangan dan pemanjatan doa kepada Hyang Widhi untuk kebaikan pada tahun yang baru.

Pada hari ngembak geni ini hendaknya umat saling bersilatuahmi dan memaafkan satu sama lain.

Hari raya nyepi pada hakekatnya adalah hari pengekangan hawa nafsu dan intropeksi diri atas segala perbuatan yang dilakukan pada masa lalu.

Pelaksanaan hari raya nyepi ini harus didasari dengan niat yang kuat, tulus dan ikhlas tanpa ada ambisi tertentu.

Pengekangan hawa nafsu untuk mencapai kebebasan batin memang suatu ikatan tetapi ikatan itu dilakukan dengan penuh keikhlasan.

(Tribunnews.com/Nadya) (Kompas.com/Ari Welianto)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas