Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Sidang Sengketa Pilbup Sabu Raijua, MK Minta KPU Uraikan Proses Verifikasi dan Tahapan Pemilihan

MK meminta KPu Kabupaten Sabu Raijua untuk menguraikan soal proses verifikasi pasangan calon dan tahapan Pilkada 2020.

Sidang Sengketa Pilbup Sabu Raijua, MK Minta KPU Uraikan Proses Verifikasi dan Tahapan Pemilihan
Tangkap layar kanal YouTube KPU SABU RAIJUA
Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua Orient Patriot Riwu Kore saat debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sabu Raijua tahun 2020, Sabtu, 03 November 2020. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) meminta KPU Kabupaten Sabu Raijua untuk menguraikan soal proses verifikasi pasangan calon dan tahapan Pilkada 2020.

Diketahui, sidang pilkada hari ini yakni mendengarkan jawaban dari KPU, Bawaslu, dan pihak terkait.

Adapun yang diperkarakan oleh pemohon yakno soal kewarganegaraan ganda Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Patriot Riwu Kore.

Mulanya, Josua Victor selaku kuasa hukum KPU Kabupaten Sabu Raijua menjelaskan, pihaknya akan menyampaikan gambaran pelaksanaan tahapan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua.

Tahapan itu dimulai dari tahapan pendaftaran, penelitian kelengkapan dan keabsahan dokumen Pasangan calon bupati dan wakil bupati, penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Baca juga: Sidang Sengketa Pilkada Sabu Raijua, Orient Bantah Pernah Ajukan Permohonan Pelepasan WNI

Setelah itu, dikatakan Josua, dilanjutkan dengan tahap rekapitulasi perolehan suara dan penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Terpilih.

"Bahwa seluruh rangkaian pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua mulai dari tahap pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua tahap verifikasi dan seterusnya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku," kata Josua dalam Sidang MK yang disiarkan secara virtual, Senin (15/3/2021).

Akan tetapi, Josua hanya menjelaskan terkait permohonan dari pemohon yakni Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 Nikodemus N Rihi Neke dan Yohanis Uly Kale.

"Tadi dikatakan akan dijelaskan apa yang dilakukan oleh KPU ketika verifikasi pasangan calon, kok tidak diuraikan itu?" tanya Hakim MK Sadil Isra.

"Itu harus diuraikan karena kan dari situ mau dirujuk semuanya ini. Jangan melompat ke peristiwa yang terjadi beberapa bulan kemudian," lanjut Sadil.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
load->view('side/tjb_classified_ads'); ?>
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas