Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ganjar Pranowo Cerita Pengalaman Berkunjung ke Perpustakaan Parlemen Amerika Serikat

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menceritakan pengalamannya saat mengunjungi perpustakaan parlemen Amerika Serikat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ganjar Pranowo Cerita Pengalaman Berkunjung ke Perpustakaan Parlemen Amerika Serikat
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menceritakan pengalamannya saat mengunjungi perpustakaan parlemen Amerika Serikat.

Cerita tersebut diungkap Ganjar Pranowo dalam acara Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2021, Senin (22/3/2021).

Ganjar mengatakan buku yang ada di library of congress, perpustakaan parlemen AS membuatnya sangat takjub.

“Bukunya, waduh luar biasa banyaknya minta ampun,” kata Ganjar.

Baca juga: Survei Presiden Pilihan Anak Muda: Posisi Ganjar Pranowo di Bawah Anies Baswedan, Ini Kata PDIP

Ia juga bercerita saat dirinya mengunjungi perpustakaan yang ada di Universitas Goethe yang ada di Jerman.

Perpustakaan tersebut pun memiliki koleksi buku yang sangat banyak.

Rekomendasi Untuk Anda

Orang-orang di sana datang dan berkumpul untuk berdiskusi soal buku apapun.

Demikian juga dengan koleksi buku di perpustakaan yang ada di Universitas Monash, Australia.

Ia pun mendorong budaya membaca di Indonesia, khususnya bagi anak-anak muda.

Baca juga: Pemerintah Tak Larang Mudik, Ganjar Ingatkan Penerapan Prokes Harus Ketat

“Tradisi membaca itu ternyata yang membuat banyak negara maju. Saya kira di Indonesia juga sama,” ujarnya.

Ganjar mengatakan Jawa Tengah memiliki 6 prioritas perpustakaan. Salah satunya dengan pembangunan SDM lewat pengurangan kemiskinan dan peningkatan layanan dasar.

“Sekolah dan membaca adalah jendela orang terbebas dari kemiskinan,” kata Ganjar.

Pemerataan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial juga terus didorong agar tidak ada gap maupun sekat, sehingga masyarakat bisa mengakses layanan perpustakaan dengan mudah.

“Saat ini keadaan berubah dengan sangat cepat, disrupsi terjadi dimana-mana, maka buku baru menjadi sangat penting sebagai sumber solusi yang baik,” ujarnya.

Baca juga: Zona Merah di Kecamatan Wilayah Jateng Menurun, Ganjar: Tempat Isolasi Juga Sepi

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas