Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Djoko Tjandra

Kubu Djoko Tjandra Tolak Semua Dalil Jaksa di Kasus Red Notice dan Pemufakatan Jahat  

Djoko Tjandra menolak dan keberatan atas seluruh dalil JPU dalam kasus dugaan suap pengurusan penghapusan red notice dan pemufakatan jahat.

Kubu Djoko Tjandra Tolak Semua Dalil Jaksa di Kasus Red Notice dan Pemufakatan Jahat  
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Sidang lanjutan perkara dugaan suap pengurusan penghapusan red notice dan pemufakatan jahat terdakwa Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kubu Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra tegas menolak dan keberatan atas seluruh dalil Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan suap pengurusan penghapusan red notice dan pemufakatan jahat.

Menurutnya, apa yang disampaikan JPU dalam repliknya sangat tidak beralasan hukum.

Hal ini disampaikan kuasa hukum Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo saat membaca surat duplik atas replik JPU, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/3/2021). 

"Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra dan Penasihat Hukum, secara tegas menolak dan keberatan terhadap seluruh dalil Penuntut Umum, sebagaimana tertuang kembali di dalam Replik atau Tanggapan Penuntut Umum," kata Soesilo.

Terdakwa Djoko Tjandra berbincang dengan kuasa hukumnya Krisna Murti (kanan) saat akan menjalani sidang Pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Junat (11/12/2020). Djoko Tjandra didampingi kuasa hukumnya melakukan nota keberatan atau pleidoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menjerat 2 tahun penjara. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Terdakwa Djoko Tjandra berbincang dengan kuasa hukumnya Krisna Murti (kanan) saat akan menjalani sidang Pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Junat (11/12/2020). Djoko Tjandra didampingi kuasa hukumnya melakukan nota keberatan atau pleidoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menjerat 2 tahun penjara. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (WARTA KOTA/WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Djoko Tjandra dan tim penasihat hukum tetap bersikukuh dengan seluruh dalil dan permohonan dalam nota pembelaan atau pleidoi yang telah disampaikan pada persidangan tanggal 15 Maret 2021 kemarin.

Terkait pemufakatan pengurusan Fatwa Mahkamah Agung (MA), Soesilo menyatakan terlepas dari ada tidaknya kesepakatan itu, peristiwa tersebut terjadi di Kuala Lumpur, Malaysia yang notabene bukan wilayah NKRI.

Ditambah lagi, saat itu Djoko Tjandra masih berstatus warga negara Papua New Guinea.

JPU juga dinilai sudah gagal membuktikan apakah terjadi pemberian uang 500 ribu dolar AS telah diterima Andi Irfan Jaya dan selanjutnya dibagi dan diserahkan ke Pinangki Sirna Malasari.

Sebab pihak yang diminta Djoko Tjandra menyerahkan uang itu, yakni Herrijadi Anggakusuma telah meninggal dunia.

"Jadi, Penuntut Umum telah gagal membuktikan bahwa Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra telah memberikan uang kepada Saksi Pinangki Sirna Malasari," kata Soesilo.

Baca juga: Tuntut 4 Tahun Penjara, Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi Djoko Tjandra

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas