Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Jaksa Singgung Ucapan Rizieq Shihab yang Dinilai Merendahkan Orang Lain

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyayangkan ucapan kurang pantas dan kerap merendahkan orang lain keluar dari mulut Habib Rizieq Shihab.

Jaksa Singgung Ucapan Rizieq Shihab yang Dinilai Merendahkan Orang Lain
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Habib Rizieq Shihab (HRS). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyayangkan ucapan kurang pantas dan kerap merendahkan orang lain keluar dari mulut Habib Rizieq Shihab.

Padahal menurut jaksa Rizieq Shihab seorang tokoh agama dan imam besar sebuah organisasi Islam.

Hal tersebut disampaikan jaksa dalam sidang agenda pembacaan tanggapan atas eksepsi terdakwa Rizieq Shihab di kasus dugaan penghasutan dan pelanggaran protokol kesehatan.

"Sungguh sangat disayangkan seorang tokoh agama yang mengaku dirinya imam besar dari sebuah organisasi keagamaan yang memiliki visi misi untuk menciptakan akhlakul karimah dengan program revolusi akhlaknya, akan tetapi dari semua ucapannya sangat bertentangan dengan program revolusi akhlak karena sering merendahkan orang lain dalam hal ini jaksa penuntut umum yang sering dimaki dan diumpat dengan kata-kata kurang pantas," kata jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Ketika Rizieq Shihab Lambaikan Tangan dan Acungkan Jempol Dari Balik Teralis Jendela Bus Tahanan

Apalagi kata jaksa, kata berisi umpatan itu disampaikan dalam persidangan dan terbuka untuk umum.

Perkataan Rizieq Shihab antara lain menyebut jaksa biadab, tidak beradab, punya keterbelakangan intelektual, hingga pandir atau bodoh.

"Apalagi diucapkan dimuka persidangan yang terbuka untuk umum oleh seorang tokoh agama yang mengaku imam besar dengna kata kata, biadab, tidak beradab, keterbelakangan intelektual, pandir dan seterusnya," lanjut jaksa.

Baca juga: Singgung Revolusi Akhlak, Jaksa Meminta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Rizieq Shihab

Padahal menurut jaksa, manusia diciptakan Allah SWT dengan derajat yang sama.

Setiap manusia hanya dibedakan oleh ketakwaan masing-masing dan tak bisa diukur manusia lainnya.

Halaman
123
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas